Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

18 Minat Investasi Asing Bisa Terealisasi

Sandra Karina , Jurnalis-Minggu, 05 Februari 2012 |18:30 WIB
18 Minat Investasi Asing Bisa Terealisasi
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Ditjen Kerjasama Industri Internasional menargetkan, mampu menindaklanjuti realisasi dari sebanyak 18 minat rencana investasi asing di sektor industri nasional.

Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kemenperin Agus Tjahjana mengatakan, minat investasi tersebut biasanya disampaikan melalui surat atau letter of intense.

"Awalnya, kita menggelar kegiatan kerjasama. Diinisasi bersama. Dari situ, biasanya menghasilkan minat-minat yang bisa disampaikan kemudian, misalnya lewat surat dan menyasar industri tertentu," kata Agus di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurutnya, ada sekitar sekitar 64 minat investasi asing yang masih dijajaki hingga tahun 2014.

"Tahun ini, harus ada empat minat investasi yang dipastikan resmi. Ini bukan target yang mudah, karena itu kita perkuat kerjasama dan memacu jejaring kerja internasional," jelasnya.

Sementara, Agus menuturkan,  pihaknya terus mengawasi serta mengkaji dampak globalisasi dan kerjasama internasional terhadap sektor industri nasional, termasuk pengembangan early warning system dalam rangka memonitoring implementasi kesepakatan perdagangan bebas (free trade agreement/ FTA).

"Kita akan menyiapkan tiga kebijakan menyangkut hal-hal yang perlu dilakukan untuk melindungi industri nasional. Kami juga akan menyelesaikan laporan kasus yang merugikan industri nasional akibat kesepakatan internasional. Intinya, posisi dan kinerja industri nasional kita kaji sebelum dan sesudah kesepakatan diimplementasikan," terangnya. (nia)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement