Ilustrasi.
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menawarkan bunga kredit untuk program Fasilitas Likuiditas Pemilikan Perumahan (FLPP) sebesar 7,7 persen. Angka ini lebih tinggi dari bunga yang diminta pemerintah sebesar lima sampai enam persen saja.
"(Tawaran kami bunga FLPP) 7,75 persen untuk (subsidi) 60:40 (60 persen bunga ditanggung pemerintah, 40 persen BTN). Kalau di bawah itu kami tidak sanggup," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di sela-sela acara ulang tahunnya ke-62 di Tennis Indoor Senayan, Minggu (5/2/2012)
Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Negara Perumahan Rakyat bertemu dengan direksi bank-bank BUMN. Pertemuan membahas kemungkinan semakin rendahnya bunga FLPP ke lima sampai enam persen dari bunga saat ini delapan persen. Dengan turun ke angka enam persen, subsidi pemerintah direncanakan akan turun sebesar 50 persen dan sisanya ditanggung bank BUMN. "Diminta supaya asumsi perhitungan bunganya disamakan," lanjut Iqbal soal hasil pertemuan tersebut.
Menurut Iqbal, penawaran suku bunga BTN untuk FLPP saat ini sudah turun. "Kita masih menunggu saja (keputusan pemerintah," singkat dia.
Sementara itu, pihaknya menyatakan tidak menetapkan besaran realisasi FLPP di 2012. "FLPP ada di kami kalau ada realisasi kredit, kalau di kami tidak ada (target penyaluran) ya tidak ada," tandasnya. (nia) (rhs)