Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2012, Ekonomi Bali Diprediksi Capai 6,49%

Rohmat , Jurnalis-Senin, 06 Februari 2012 |17:20 WIB
2012, Ekonomi Bali Diprediksi Capai 6,49%
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

DENPASAR - Melihat tren positif pertumbuhan ekonomi sejak tiga bulan terakhir, diprediksi pada 2012 perekonomian di Bali bakal terus menggeliat.

"Pertumbuhan ekonomi Bali 2011 mencapai 6,49 persen, meski pada triwulan keempat sempat menurun 1,34 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali I Gede Suarsa, saat jumpa pers di kantornya, Senin (6/2/2012).

Peningkatan tersebut, menurut Suarsa, terjadi di semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 10,51 persen dan sektor terendah pertanian sebesar 2,23 persen. Adapun pertumbuhan ekonomi Bali pada 2010 lalu hanya tembus 5,83 persen.

"Pada 2012, ekonomi Bali akan lebih menggeliat, artinya nilai ekonomi kita lebih tinggi dibanding 2010," jelas dia.

Kondisi ekonomi Bali 2011 lalu relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu bisa ditunjukkam dengan meningkatnya semua komponen penyusun Produk domestik regional Bruto (PDRB). Pengeluaran masyarakat sampai triwulan IV-2011 lalu juga tumbuh 7,35 persen.

"Dalam penyusunan APBD Provinsi Bali 2011 lalu, guna memacu perekonomian 2012, telah dibuatkan asumsi ekonomi akan tumbuh 6,3 persen. Nyatanya, ekonomi Bali sudah tumbuh 6,49 persen sehingga telah melampaui target yang telah disusun dalam APBD," tambah dia.

Adapun besaran PDRB 2011 mencapai Rp73,4 triliun atas dasar harga yang berlaku. Sedangkan berdasar harga konstan mencapai Rp30,75 triliun. Sedangkan sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Bali adalah di sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 2,76 persen.

"Inti pergerakan ekonomi kita bertumpu pada pergerakan sektor hotel dan restoran, sebab Bali dikenal sebagai daerah pariwisata sehingga sektor itu tumbuh lebih besar dibanding sektor lainnya," paparnya.

Menurut Suarsa yang telah melakukan wawancara dengan responden pelaku usaha dan masyarakat di Tabanan, Badung, dan Denpasar, pihaknya optimistis dalam menghadapi 2012 perekonomian Bali bakal tumbuh mengesankan. Namun, hal ini dengan catatan perekonomian yang digerakkan sektor riil, jasa, dan perdagangan, dan PHR berjalan dengan baik.

"Cuaca buruk yang melanda di sejumlah wilayah di Bali belakangan ini memang sedikit berdampak pada aktivitas masyarakat termasuk ancaman gagal panen sektor pertanian. Ini juga menganggu jalur tata niaga hingga pasokan minyak akibat cuaca buruk," papar dia.

Meskipun begitu, Suarsa yakin pertumbuhan ekonomi Bali di tahun ini lebih menggeliat. Terlebih krisis ekonomi Eropa beberapa waktu lalu yang tidak terlalu berdampak serius terhadap ekonomi Indonesia. (gna)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement