Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Kurang Maksimal

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Senin, 06 Februari 2012 |18:12 WIB
 Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Kurang Maksimal
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Pencapaian Produk Domestik Bruto (PDB) di 2011 sebesar 6,5 persen dinilai rendah, pertumbuhan PDB Indonesia di 2011, bisa lebih tinggi dari angka tersebut.

Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/2/2012).

"Apabila APBN kita memiliki tendangan (kick off) yang baik. Tendangan yang baik itu kalau belanjanya juga baik, sehingga kita kehilangan 0,1 persen atau 0,2 persen dari sisi itu saja. Makanya ini salah satu yang harus kita perbaiki ke depan," ungkap Hatta.

Namun, dia menilai dari sisi ekspor maupun investasi sudah berjalan dengan baik dan optimal di 2012. Dia melanjutkan, guna meningkatkan PDB ke depannya ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan di antaranya dari sisi investasi, ekspor, dan belanja masyarakat.

Dia menambahkan, dengan inflasi yang cukup terjaga di kisaran lima persen, maka pertumbuhan PDB pada APBN ini optimistis akan tercapai.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Produk Domestik Bruto (PDB) secara year on year stagnan dan berada pada angka 6,5 persen.

Adapun penurunan PDB tersebut dikarenakan adanya penurunan di berbagai sektor yaitu sektor pertanian, pertambangan, kehutanan, dan perikanan. "Penurunan ini dikarenakan di triwulan IV-2011 kan bukan musim panen. Jadi ada penurunan di situ," paparnya.

Meski begitu, jika dibandingkan per kuartal, maka PDB pada triwulan IV-2011 mengalami penurunan sebesar 1,3 persen menjadi Rp624 triliun dibandingkan dengan triwulan III-2011 sebesar Rp632,4 triliun. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement