Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Kenaikan gaji Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali dibahas oleh panitia kerja (panja) Komisi XI DPR. Selain membahas kenaikan gaji, panja juga membahas anggaran logisitik bank sentral.
Ketua Supervisi BI Umar Juoro menegaskan, rapat panja akan membahas kenaikan gaji dewan gubernur sekitar tujuh persen. Alasan pengajuan ini karena, Dewan Gubernur belum mengalami kenaikan gaji.
"(Kita akan) membahas mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), yang kedua mengenai logistik SDM, pembahasannya mengenai anggaran pengembangan SDM termasuk gaji dewan gubernur, serta anggaran logisitik BI. Dewan Gubernur kan belum naik gaji sebelumnya," ungkapnya ketika ditemui wartawan di ruangan Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, indikator kenaikan gaji ini dapat dilihat dari terkendalinya inflasi, kredit macet perbankan (Non Performing Loan/NPL) yang dinilai sebagai tolak ukur baiknya kinerja BI selama ini.
"Belum ada keputusan, namun memang Intermediasi perbankan dan moneter harus lebih bagus dan nanti akan dibahas di panja kenaikan gaji tujuh persen. Pertimbangan inflasi, dan kinerja Dewan Gubernur sudah bagus," pungkasnya. (mrt) (rhs)