Harga Minyak Brent Kembali Turun ke USD113/Barel

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Selasa, 7 Februari 2012 10:14 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
NEW YORK - Harga minyak mentah London alias Brent turun 68 sen ke USD113,90 per barel di tengah kekhawatiran pembicaraan terkait resolusi utang Yunani untuk menghindari default yang masih belum menemukan titik temu.

Mengutip Reuters, Selasa (7/2/2012), minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) atau Texas light sweet untuk pengiriman Maret turun USD1,03 ke USD96,81 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Setelah naik USD1,48 menjadi USD97,84 pada Jumat kemarin.

Hal ini, disebabkan oleh kekhawatir para pedagang jika pemimpin politik di Yunani kemungkinan gagal menyepakati langkah-langkah penghematan baru yang diminta oleh tim penyelamat bailout internasional jika negara itu memang menerima pinjaman dana talangan lebih.

Selain itu, meningkatnya ketegangan atas program nuklir Iran juga mempengaruhi harga minyak, terutama Brent karena Iran adalah pemasok utama bagi beberapa negara Eropa. "Brent tampaknya lebih sensitif terhadap ketegangan mengenai embargo minyak Eropa, Israel-Iran ketegangan politik dan protes terus di Mesir," kata Laporan dari analis dan pedagang minyak mentah AS, Stephen Schork.

Padahal, pekan lalu optimisme para investor sempat meningkat dengan keluarnya data perekonomian AS yang mengungkapkan berkembangnya lapangan pekerjaan yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, dan mendorong naiknya harga minyak.

Seperti diketahui, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan di AS berhasil mempekerjakan 243 ribu karyawan di bulan Januari, pertumbuhan pekerjaan terkuat dalam sembilan bulan terakhir. Peningkatan lapangan pekerjaan ini mendorong tingkat pengangguran turun menjadi 8,3 persen.

Meski begitu, para analis persimistis permintaan minyak mentah di negara maju, terutama Eropa, akan tinggi tahun ini. "Permintaan akan terus terkonsentrasi di pasar negara berkembang," kata JP Morgan dalam risetnya.

"Di AS, kita melihat kontraksi permintaan struktural dalam efisiensi bahan bakar bensin terus diimbangi oleh pertumbuhan penduduk dan pendapatan pribadi," tambah rset tersebut.

Pada perdagangan energi lainnya, minyak pemanas turun 0,04 sen di USD3,1140 per galon dan bensin berjangka turun 1,41 sen menjadi USD2,9003 per galon. Gas alam naik 3,7 sen menjadi USD2,536 per 1.000 kaki kubik. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit