Ketua Perbanas Sigit Pramono. Foto: Koran SI
JAKARTA - Rencana Yawadwipa Companies yang siap mengakuisisi 100 persen saham PT Bank Mutiara Tbk diyakini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
Dikatakan Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono, pihaknya mengaku belum ada omongan antara investor, dalam hal ini Yawadwipa, mengenai pengakuisisian tersebut.
"Saya belum dapat nama lain. Apa mereka mau menjurus ke siapa pertimbangannya bukan karena komersial belaka. Saya pikir ini belum dalam waktu dekat," kata Sigit, usai Pembukaan BNI International Seminar Workshop, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Menurutnya, dari sisi penyelamatan bank, pemerintah ingin meminimalisir kerugian. Namun, dalam waktu yang pendek ini, apabila ada yang ingin mengembalikan kerugian senilai Rp6,7 triliun dinilai berlebihan.
"Kalau ada yang bisa kembalikan Rp6,7 triliun itu terlalu berlebihan. Harus realistis," tukasnya.
Dia mengimbau untuk jangan dalam dalam melakukan penilaian. Karena ada krisis dan bank yang diselamatkan, di mana begitu dilakukan pemulihan, pertimbangannya bukanlah dilihat dari sisi keuntungan.
"Ini kan meminimalisir kerugian bukan memaksimalisasi keuntungan. Sama dengan kredit macet. Kalau dapat recovery 100 persen bagus, tapi kita minimalisir kerugian. Mengharap 100 persen dalam waktu singkat itu sulit," pungkasnya. (ade)