Ilustrasi. Foto: Okezone
JAKARTA - Sebuah perusahaan asal Singapura, Yawadwipa Companies mengaku tertarik membeli 99 persen saham Bank Mutiara dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Meski begitu, perusahaan tersebut masih kurang jelas keberadaannya.
Ketua Persatuan Bank Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengungkapkan, pihaknya juga belum mengetahui latar belakang perusahaan tersebut, akan tetapi dia mengatakan tidak boleh ada prasangka buruk terhadap investor tersebut.
"Nanti bisa dilihat latar belakangnya. Meski perusahaan baru yang belum terkenal, akan dilihat sampai ultimate stakeholder, siapa pengendalinya," kata dia kala ditemui usai Pembukaan BNI International Seminar Workshop, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Menurutnya, adalah tugas Bank Indonesia (BI) untuk menguji kelayakan dari investor tersebut. "Nanti calonnya juga akan di fit and proper test oleh BI. Nanti ketahuan, apakah dia mau bangun dan kembangkan bank di Indonesia," tambah Sigit.
Intinya, Sigit berharap peminat eks Bank Century ini bukan hanya investor yang mencari keuntungan semata. "Jangan sampai kayak Bank Century," tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, Yawadwipa Companies, perusahaan asal Singapura, mengaku telah menyampaikan minat secara resmi kepada penasihat keuangan PT Bank Mutiara Tbk untuk mengakuisisi Bank tersebut dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Yawadwipa, sebuah perusahaan dari Singapura, yang pernah sukses mengakuisisi Bank BCA pada 2002 lalu menyatakan tertarik membeli 99 persen saham Bank Mutiara dari LPS. Yawadwipa bahkan berani menawarkan Rp6,75 triliun sesuai yang ditawarkan LPS. (rhs)