Apa Alasan Yawadwipa Minati Eks Bank Century?

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Selasa, 7 Februari 2012 15:45 wib
Ilustrasi. (Foto: Widi/okezone)
Ilustrasi. (Foto: Widi/okezone)
JAKARTA - Ketertarikan Yawadwipa untuk mengakuisisi Bank Mutiara masih menimbulkan teka-teki besar. Akankah rencana ini hanya sekadar alasan untuk membesarkan bank tersebut?

Yawadwipa Companies telah mengumumkan berminat atas Bank Mutiara. Dia pun menyanggupi untuk mengakuisisi dengan harga pembelian yang tidak kurang dari penempatan modal sementara LPS 2008 pada Bank Mutiara, yang bernilai sekira Rp6,7 triliun, atau dengan tingkat suku bunga, sekira USD750 juta.

Tapi anehnya, Yawadwipa ini adalah sebuah perusahaan baru yang berdiri 9 Januari lalu, dan siapa pemodal di belakangnya pun masih menjadi misteri.

"Dugaan saya mereka tertarik untuk membeli bank tersebut karena saat ini sulit mendapatkan lisensi (izin) bank baru. Ini berkaitan dengan arsitektur perbankan Indonesia," ungkap Pengamat Ekonomi dari Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (7/2/2012).

Di samping itu, menurut Purbaya, adalah prospek ekonomi yang baik sehingga nilai Bank Mutiara diprediksi juga akan membaik ke depan. "Jadi walaupun saat ini dianggap masih mahal, rasanya investasi di bank tersebut dalam jangka panjang masih memiliki prospek yang baik," lanjut dia.

Walaupun begitu, Purbaya juga perlu melihat keseriusan Yawadwipa tersebut, khususnya kemungkinan adanya pemodal besar di belakang investor tersebut.

"Memang perlu dilihat dulu apa mereka serius atau tidak karena bisa saja ada pemodal besar di belakangnya. Jadi walaupun baru (perusahaan baru) peluangnnya masih ada. Yang penting harus dipastikan calon pemilik tersebut memenuhi persyaratan Bank Indonesia kalau memang ada," tandas dia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku belum tahu persis siapa itu Yawadwipa. Meskipun begitu, pihaknya mengaku pernah bertemu dengan pengacaranya. "Dua bulan yang lalu, iya ketemu saya. Tapi hanya lawyer-nya, namanya Singgih-singgih gitu. Dia cuma bilang mau bikin private equity," ungkap Gita Wirjawan.

Menurut Gita, saat itu, seseorang yang disebut pengacara Yawadwipa tersebut hanya mengenalkan diri terkait pendirian private equity dan tidak menyinggung pembelian Bank Mutiara. "Tanya makroekonomi kita juga, tapi enggak sebut-sebut sama sekali (ketertarikan akuisisi Bank Mutiara)," lanjut dia. (wdi)
TWITTER »
twit