Menkeu: Ada Calon Pembeli Mutiara, Mohon Dikaji Dulu

R Ghita Intan Permatasari - Okezone
Selasa, 7 Februari 2012 21:00 wib
Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Runi/okezone
Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Runi/okezone
JAKARTA - Adanya pihak yang disebut-sebut akan membeli Bank Mutiara yaitu Yawadwipa Companies, pemerintah berharap dilakukannya screening terlebih dahulu terhadap calon pembeli tersebut.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

"Kalau seandainya ada calon pembeli, mohon untuk dapat dilakukan suatu screening atau kajian dulu tentang kredibilitas calon pembeli dan juga kondisi serta kemampuan keuangan dari calon pembeli," ungkapnya.

Ditambahkannya, hal itu dikarenakan kalau di bidang jasa keuangan hal tersebut itu sangat regulated atau diatur.

"Jadi profil dari pada calon investor sangat penting untuk diketahui. Bahwa kadang ada satu investor masih menggunakan SPV (special purpose vehicle atau perusahaan khusus) dimungkinkan, tapi siapa investor utama yanga ada di belakang SPV itu harus mengungkapkan jati dirinya. Jadi supaya proses ini dapat dilakukan dengan baik," papar Agus.

Seperti diketahui, Yawadwipa merupakan investor yang tertarik membeli Bank Mutiara senilai Rp6,75 triliun. Hal ini menambah misteri investor yang pernah sukses dalam mengakuisisi BCA di 2002 ini.

Sebelumnya, Yawadwipa mengaku telah menyampaikan minat secara resmi kepada penasihat keuangan Bank Mutiara untuk mengakuisisi Bank tersebut dari LPS.

Presiden Direktur Yawadwipa C Christopher Holm mengatakan, Yawadwipa siap mengakuisisi 100 persen saham Mutiara dengan harga aman, yaitu sekira Rp6,7 triliun atau dengan tingkat suku bunga, yakni sekira USD750 juta.

Selain mengakuisisi penuh, kata dia, perusahaan juga menyediakan penambahan modal langsung untuk meningkatkan rasio modal dan mempercepat pertumbuhan.

"Yawadwipa berharap untuk mendiskusikan kepentingan strategis di Bank dengan berbagai pelaku di sektor publik dan swasta," ungkap dia. (ade)
  • Thomas » 0 Tanggapan
    pertimbangakn baik2 pak agus, apa memang perlu dijual, tetap dipertahankan, ato malah dijadikan BUMN aja, hehehee mana yg lebih menguntungkan buat negara ini lah pak
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit