JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengaku pemberian rating kredit untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) ke perbankan belum juga menemukan titik temu.
Deputi Gubernur BI Muliaman Darmansyah Hadad mengaku saat ini masih banyak yang dikaji di antaranya adalah biaya yang pas untuk informasi kredit UKM itu nantinya.
"Ini terus kita kaji. Kita ingin lihat sejauh mana bisa meningkatkan akses pembiayaan. Juga terkait mahal atau tidak biayanya nanti," katanya seusai Rapat Panja Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) bersama Komisi XI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Muliaman menambahkan, pihaknya akan mengkaji siapa pihak yang nantinya harus membayar atas informasi kredit UKM itu. Sedangkan untuk kajiannya, BI akan melihat praktiknya langsung di negara-negara yang telah memberlakukan kredit rating UKM. "Seperti yang saya tahu itu di India," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, PT Peringkat Efek Indonesia (Pefindo) tengah mengkaji pemberian peringkat terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM) bersama BI. Tujuan Pefindo memberikan rating pada UKM agar UKM-UKM tersebut bisa lebih mudah mendapatkan akses dari perbankan. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.