BTN: Fasilitas Likuidasi Perumahan Buat Investor Meriang

Idris Rusadi Putra - Okezone
Rabu, 8 Februari 2012 14:27 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengaku khawatir dengan penetapan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di BTN yang belum menemukan titik terang.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, ketidakpastian suku bunga ini membuat investor tidak nyaman karena kinerja perseroan bisa terganggu bila penetapan suku bunga FLPP tidak sesuai dengan yang diharapkan.

"Dengan berita-berita ini investor meriang nanya-nanya," ungkap Iqbal kala ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Sekadar informasi, masalah suku bunga FLPP, BTN di tekan untuk mempertahankan suku bunga bisa lebih rendah di level 7,00 persen di tahun ini. Tapi porsi share dana pemerintah dalam FLPP justru diturunkan dari sebelumnya 60 persen untuk Pemerintah dan 40 persen untuk BTN, menjadi 50:50.

Dari paparan BTN, penurunan bunga FLPP dan potensi akad KPR FLPP bank BTN Januari 2012, alternatif porsi dana pemerintah dan BTN itu 60:40, sehingga suku bunga bisa di level 7,42 persen (dengan penjaminan).

Sementara alternatif kedua, jika porsi dana pemerintah dan BTN 50:50 maka suku bunga bisa 8,22 persen dengan penjaminan.   "Kita usul tetap pada 60:40 persen, dan pola kedua kami hitung sesuai apa yg diharapkan Kementerian Perumahan Rakyat 50:50 persen," pungkasnya. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit