JAKARTA - Pemerintah mengakui bila ada beberapa hal yang menjadi penyebab buruknya investasi sektor pertambangan di Indonesia.
"Kalau terus-terusan terjadi iya. Akar masalah ada tiga. Pertama, masyarakat miskin sekitar tambang masih banyak (perusahaan kurang memberi manfaat langsung kepada masyarakat)," tegas pengamat energi Pri Agung Rakhmanto yang dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Kedua, hasil tambang seringkali tidak sampai ke masyarakat, tapi ke pemerintah daerah (transparansi daerah ke masyarakatnya bermasalah. Ketiga, tata kelola tambang nasional memang masih buruk. Hal ini terlihat dari tumpang tindih izin pertambangan yang marak.
Menurutnya, pemerintah pusat sebenarnya mempunyai wewenang untuk menetapkan pengklasifikasian wilayah pertambangan yang akan digunakan sebagai basis dikeluarkannya izin-izin usaha pertambangan (IUP).
"Tapi sampai sekarang pengklasifikasian dan pemetaan wilayah yang seharusnya dijadikan sebagai dasar itu belum diselesaikan pusat. Sementara daerah terus menerus mengeluarkan izin karena merasa berwenang. Akibatnya ya tumpang tindih, konflik dan sebagainya," tegasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.