JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuannya atau BI Rate sebesar 25 bps bukan karena adanya perbaikan ekonomi di Indonesia.
Ekonom INDEF Aviliani mengatakan, BI Rate terendah sepanjang sejarah bisa terjadi karena memburuknya perekonomian global dan memberikan efek positif ke perekonomian Indonesia.
"Karena masalah global, keuntungannya ke kita, uang masuk ke kita, jadi bukan karena basis ekonomi kita, bonus saja lah," ungkapnya kala ditemui di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika kondisi global membaik, Indonesia akan kembali kena imbas negatif yang salah satunya melemahnya rupiah. "Kalau global membaik, yah kita balik lagi seperti rupiah kembali Rp10 ribu per USD," tukasnya.
Dia memperkirakan dalam enam bulan ke depan, inflasi akan cenderung tinggi, sehingga akan memaksa bank sentral untuk menyesuaikan suku bunga acuan. "Enam bulan lagi inflasi naik satu persen, BI Rate naik lagi," tutupnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.