Minyak Mentah Lanjut Rally ke USD117/Barel

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Kamis, 9 Februari 2012 10:39 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
NEW YORK - Minyak mentah berjangka jenis Brent melanjutkan rally dan ditutup pada angka tertinggi dalam enam bulan terakhir di tengah harapan akan kesepakatan restrukturisasi utang Yunani yang kian dekat.

Risiko geopolitik, seperti kekerasan yang meningkat di Syria, dan ancaman baru Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran, Iran. Selain itu, adanya ledakan yang mengguncang barak militer di kota utara Nigeria, Kaduna, yang merupkan produsen minyak terbesar Afrika, menambahkan sentimen yang mengangkat harga minyak.

Mengutip Reuters, Kamis (9/2/2012), di London ICE Brent untuk pengiriman Maret diperdagangkan di USD117,20 per barel, naik 97 sen, setelah sempat mencatatkan level tertinggi di USD 177,50 per barel. Ini adalah level tertinggi Brent sejak 28 Juli, saat itu harga minyak sempat menyentuh USD117,36 per barel.

Sedangkan minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) atau Texas Light Sweet untuk pengiriman Maret diperdagangkan di USD98,71 per barel, menguat 30 sen, setelah mencapai level tertinggi pada USD100,09 per barel. Berbeda dengan Brent yang melanjutkan rally, WTI baru mencatatkan kenaikan dalam dua hari terakhir.

Premi Brent terhadap minyak mentah AS melebar menjadi USD18,49 per barel dari sebelumnya USD 17,82 per barel. Dengan demikian gap antara WTI dengan Brent kian menyebar melebar USD20,71 per barel, tertinggi sejak Oktober.

Volume perdagangan Brent naik 31 persen dari rata-rata sementara 30 hari, sementara volume minyak mentah AS naik 39 persen dari rata-rata 30 hari.

Data pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah domestik naik 304 ribu barel pekan lalu, jauh lebih sedikit dibandingkan perkiraan para analis, dan bensin di AS naik lebih dari perkiraan, sedangkan produk minyak yang meliputi minyak pemanas dan solar, secara tak terduga ikut meningkat. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit