Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wijaya Karya Ditunjuk Tangani PLTG Peaking

Saugi Riyandi , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2012 |17:54 WIB
 Wijaya Karya Ditunjuk Tangani PLTG Peaking
Logo Wika
A
A
A

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang tergabung dalam konsorsium bersama PT Mega Eltra dan PT Navigat ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kaltim (Peaking) 2x(50-60) mw milik PT PLN.

Penetapan tersebut berdasarkan surat keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Nomor 01. K/PJ/121/APBN/UIP KITRINGKAL/2O12 7 Februari 2012.

Mengutip keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/2/2012), nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp925,438 miliar. Dalam konsorsium proyek EPC ini, WIKA mendapat porsi 46 persen dari total perolehan kontak. Artinya perusahaan pelat merah ini akan memiliki porsi senilai Rp425,701 miliar. Sisanya masing-masing 39 persen dan 15 persen dimiliki oleh PT Mega Eltra dan PT Navigat.

Proyek yang pendanaannya berasal dari APBN ini akan dibangun di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur selama 18 bulan terhitung awal Maret 2012 dan diperkirakan mulai beroperasi untuk unit 1 pada Juni 2013.

"Dan unit II akan mulai produksi pada bulan Agustus 2013 dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender," kata Sektretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan.

Nantinya, WIKA akan mengerjakan pekerjaan konstruksi pembangkit termasuk di dalamnya Gas Turbine Generator, Stack and Silencer, Balance of Plant, Fuel system, Water Treatment Plant, Waste Water Treatment Plant, Power Transformer, Substation 150 kV, LV and MV Panel, dan peralatan pendukung lainnya. Sedangkan Navigat dan Mega Eltra akan bertindak sebagai supervisor dan pengadaan mesin.

Untuk mesin yang dipakai dari General Electric type heavy duty dual fuel dengan kapasitas 70 mw yang akan dirakit dari Prancis. Setelah beroperasi, proyek ini nantinya akan menghasilkan listrik 140 mw dengan bahan bakar gas (High Speed Diesel) yang akan disuplai oleh PT PLN dan diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Pulau Kalimantan khususnya provinsi Kalimantan Timur.

Sementara itu, WIKA sendiri menargetkan akan memperoleh total kontrak dihadapi sebesar Rp32,09 triliun atau mengalami kenaikan 20,68 persen dari pencapaian WIKA 2011 sebesar Rp26,59 triliun. Perolehan kontrak dihadapi ini termasuk carry over dari 2011 sebesar Rp15,57 triliun dan kontrak baru 2012 sebesar Rp16,52 triliun.

Perolehan kontrak baru WIKA untuk 2012 diproyeksikan akan tetap didominasi oleh WIKA Induk yaitu sebesar Rp11,39 triliun atau 68,95 persen dari total kontrak baru WIKA. Sementara itu target laba bersih 2012 ditetapkan sebesar Rp430,68 miliar atau naik sebesar 23 persen dari rencana laba bersih 2011 sebesar Rp350 miliar. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement