Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai intermediasi perbankan terus membaik, hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir Desember 2011 mencapai 24,5 persen secara year on year (yoy).
"Di mana kredit investasi tumbuh sebesar 33,2 persen (yoy), kredit modal kerja tumbuh sebesar 21,4 persen (yoy), dan kredit konsumsi tumbuh sebesar 24,1 persen (yoy)," ungkap Kepala Biro Humas Difi A Johansyah melalui siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Hal tersebut juga membuktikan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia masih tetap terjaga disertai dengan terus membaiknya fungsi intermediasi perbankan.
"Perkembangan industri perbankan semakin solid sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum delapan dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah lima persen," tukas dia.
Sebelumnya, dengan performa perbankan yang terus positif Rapat Dewan Gubernur BI menetapkan suku bunga acuan alias BI Rate diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.
Dia menambahkan, Dewan Gubernur meyakini penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-cyclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan. (mrt) (rhs)