Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Perbankan Indonesia saat ini dinilai masih malas masuk dalam usaha tambang di Indonesia. Hal ini terjadi lantaran perbankan masih menganggap sektor tambang adalah usaha yang tidak menjanjikan.
Ketua Kadin Wilayah Sumatera Barat Asnawi Bahar, menegaskan sektor pertambangan hingga saat ini masih sulit mendapatkan pembiayaan dari perbankan nasional, yang akhirnya sektor tambang Indonesia dijual kepada asing.
"Perbankan alergi ke tambang. Kita cari orang asing, dampaknya tambang hampir dimiliki orang asing. Perbankan menganggap tambang tidak menjanjikan, sampai tambang 100 hektare saja dimiliki asing," ungkapnya dalam rapat bersama di Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Selain itu, dia mengatakan pengusaha-pengusaha usaha kecil di daerah, hingga saat ini masih kesulitan memperoleh pendanaan. Karenanya dia mendesak DPR menyelesaikan masalah ini.
"Ini adalah suara daerah, pengusaha kecil sulit memperolah dana dari bank, dan suku bunga juga tergolong tinggi," pungkasnya. (mrt) (rhs)