JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah. Pada penutupan perdagangan sesi I siang ini IHSG terpuruk 68,45 poin atau 1,72 persen ke 3.910,54.
Riset Trimegah sekuritas memaparkan, secara teknikal, meskipun mengalami penurunan, IHSG masih berpotensi naik meneruskan pergerakan rebound dari support di 3.950. "IHSG masih berpeluang menuju level terdekat ke 4.000 hingga resistance di 4.020," ungkap riset tersebut, Jumat (10/2/2012).
Indeks LQ45 turun 14,82 poin atau 2,1 persen ke 679,65 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) merosot 9,53 poin atau 1,7 persen ke 559,34. Sektor pendukung indeks saham mayoritas bergerak turun. Sektor tambang turun 51,27 poin atau 1,8 persen, sektor perkebunan turun 15,25 poin atau 0,7 persen dan sektor keuangan naik 12,63 poin atau 2,6 persen.
Sementara, bursa Asia masih mixed dengan indeks Shanghai naik tipis 8,39 poin atau 0,36 persen, Hang Seng 121,33 poin atau 0,58 persen, Nikkei turun 32,18 poin atau 0,36 persen dan Straits Times merosot 6,70 poin atau 0,22 persen.
Tercatat sebanyak 203 saham melemah dengan 40 saham menguat dan 79 saham bergerak stagnan, nilai transaksi pada siang ini tercatat sebesar Rp3,38 miliar dengan volume sebanyak 2,28 miliar lembar saham diperdagangkan dan aksi jual oleh investor asing sebesar Rp187,75 miliar.
Saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO) turun Rp350 ke Rp38.150, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp300 ke Rp6.400, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun Rp100 ke Rp4.100.
Sementara saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp1.800 ke Rp71.150, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.150 ke Rp55.550, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.100 ke Rp40.000. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.