Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Ribu Nasabah Mandiri Sekuritas Sudah Pisahkan Rekening

Yuni Astutik , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2012 |16:14 WIB
8 Ribu Nasabah Mandiri Sekuritas Sudah Pisahkan Rekening
Ilustrasi. (Foto: okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Mandiri Sekuritas mencatat saat ini sekira 62,5 persen atau 8.000 nasabahnya telah memiliki rekening yang terpisah dari perusahaan efek atau melakukan aturan rekening dana investor (RDI).

"Presentasenya saat ini 62,5 persen atau sebanyak 8.000. Sisanya yang 37,5 persen masih dalam proses," ungkap Senior Executive Vice President Mandiri Sekuritas C Paul Tehusijarana saat berbincang dengan wartawan di Pacific Place, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Namun dia mengaku, ada kendala bagi investor yang belum melalukan pemisahan rekening tersebut. Kendala tersebut di antaranya adalah pemisahan rekening tersebut harus melalui proses yang panjang.

Mulai dari pembukaan rekening ke bank, hingga proses tersebut rampung. Dia juga mengugkapkan saat ini hanya empat bank yang menjadi bank pembiayaan untuk RDI. Adapun batas akhir dari pemisahan rekening tersebut pada 21 Februari mendatang.

"Selama 14 hari kerja hingga 21 Februari, empat bank pembayaran itu harus memproses semua rekening. Di situ ada hambatan. Sementara itu per 1 Februari lalu, dari seluruh rekening yang tercatat di KSEI baru 20 persen yang rekeningnya sudah terpisah," ujarnya.

Executive Vice President Head of Finance, Accounting and Operation Mandiri Sekuritas Heru Handayanto menambahkan, hambatan lain adalah investor belum tersosialisasi dengan peraturan baru tersebut. Untuk itu, Mandiri Sekuritas memiliki care center yang fungsinya adalah sebagai panduan untuk investor jika belum mengetahui dengan pasti aturan tersebut.

Heru juga mengungkapkan jika jumlah 8.000 investor yang sudah melakukan RDI merupakan nasabah wajib di mana mereka memang melakukan transaksi perdagangan saham. Sedangkan yang sisanya ada yang hanya menjadi pemilik dari obligasi negara ritel (ORI) maupun sukuk.

"Dari sisanya itu ada yang investor diam tidak melakukan perdagangan, tidak transaksi. Nah ini sebenarnya bagus juga, jadi kita bisa melakukan cleansing data, itu positif buat kita," tandas Heru.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement