Siap-siap Atur Biaya Kelulusan S-1

Jum'at, 10 Februari 2012 18:49 wib
Agus Suhendri, CFP for Okezone. Foto dokumentasi MRE
Agus Suhendri, CFP for Okezone. Foto dokumentasi MRE
Langsung saja, nama saya Khairul Mucklis, status belum menikah, umur 20 tahun, tinggal masih dengan orangtua. Saya ingin bertanya, berapa biaya yang diperlukan untuk kelulusan kuliah (skripsi dan biaya wisuda).

Apakah saya harus melanjutkan kuliah S-2 atau bekerja? Ini prospek saya, gaji per bulan Rp600 ribu (kerja paruh waktu), biaya per paket (kuliah paket) sekira Rp400 ribu per bulan, deposito (bank syariah) Rp5 juta (jatuh tempo September), tabungan Rp2 juta, utang/kredit tidak ada.

Tolong berikan solusi alternatif agar nanti saat persiapan lulus saya tidak repot dan tolong buat skenario terburuk jika prospek di atas saya buruk? Terima kasih, salam.

Oleh:
Khairul Mucklis
(XXXXXfer_deepblue@yahoo.com)
Cipendawa, Bekasi Timur

Jawaban MRE
Halo saudara Khairul, salam sejahtera dan sehat selalu. Senang mendengar jika saudara Khairul sebentar lagi akan menyelesaikan kuliahnya dan tentunya akan segera melanjutkan proses kehidupan selanjutnya, tergantung dari keputusan apa yang akan saudara Khairul pilih nantinya.

Persiapan untuk kelulusan kuliah memang membutuhkan persiapan yang cukup matang dan serius seperti persiapan topik skripsi, penentuan perusahaan sebagai objek penulisan skripsi, sampai dengan persiapan finansial.

Setiap jurusan tentunya mensyaratkan kelulusan skripsi yang berbeda. Begitu juga jurusan yang sama di universitas yang satu dengan universitas lainnya akan berbeda pula persyaratannya. Disarankan agar saudara Khairul dapat menanyakan atau berkonsultasi dengan senior di jurusan yang sama, untuk topik skripsi yang dipilih, apa saja keperluan yang harus dibeli, biayanya berapa besar serta saran atau masukan mengenai topik skripsi yang akan dipilih (bila perlu).

Biaya skripsi untuk mahasiswa jurusan arsitektur tentu akan berbeda dengan biaya skripsi mahasiswa jurusan sastra Inggris. Sedangkan untuk biaya wisuda, sebaiknya juga dapat langsung ditanyakan pada bagian administrasi di kampus karena nominal yang diinformasikan biasanya yang akan ditagihkan kepada saudara Khairul nantinya.

Walaupun saudara masih mempunyai simpanan dalam bentuk tabungan dan deposito, sisihkan hasil pendapatan mulai dari sekarang untuk menutupi kekurangan yang bisa saja terjadi untuk biaya skripsi dan wisuda.

Setelah lulus S1, pilihan yang bisa dilakukan, yaitu langsung bekerja atau wiraswasta, atau melanjutkan pendidikan lanjutan seperti program master (S2) ataupun program sertifikasi untuk penunjang profesi.

Ada universitas yang menawarkan program master untuk fresh graduate dan ada juga yang menawarkan program master yang mensyaratkan adanya pengalaman kerja. Tentunya kurikulum yang ditawarkan pun akan ada berbeda pula.

Beberapa perusahaan asing yang menawarkan lowongan kerja memang mensyaratkan pendidikan minimum adalah S2 dan adanya pembatasan usia pelamar. Dengan mempunyai kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi di usia yang masih muda, tentunya kesempatan yang ada lebih terbuka dan lebih banyak. Dengan kata lain, pilihan yang dilakukan adalah selesai pendidikan S1, langsung melanjutkan program master (S2).

Pilihan lain adalah dengan berkarir terlebih dahulu sambil mempersiapkan biaya yang akan digunakan untuk program master (S2). Jadwal kuliah S2 yang dipilih dapat di shift malam, sehingga kerja dan kuliah dapat dilakukan secara paralel. Sebagai informasi tambahan, biaya untuk melanjutkan program master (S2) diperguruan tinggi dalam negeri cukup bervariatif, mulai dari Rp30 juta-Rp100 juta.

Biaya pendidikan biasanya akan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jadi perlu dicermati dan dihitung, berapa biaya kuliah yang diperlukan pada saat awal tahun kuliah. Dengan melihat kondisi keuangan saudara Khairul saat sekarang ini, tentunya masih diperlukan beberapa penyesuaian sesuai dengan jumlah uang kuliah yang dibutuhkan.

Sebagai ilustrasi :
Total biaya program master yang diperlukan = Rp60 juta
Jumlah uang yang telah terkumpul = Rp7 juta
Jumlah kekurangan = Rp53 juta

Solusi I
Meminjam kekurangan uang tersebut melalui orangtua atau saudara dekat dan mengembalikan uang tersebut sesuai dengan jangka waktu yang disepakati. Lebih baik lagi jika bisa mengembalikan uang jika ditambah dengan suku bunga ‘lunak’.

Solusi II
Mencari program beasiswa prestasi atau beasiswa yang ditawarkan oleh lembaga nonprofit.

Solusi III
Menutupi kekurangan tersebut dengan menyisihkan sebagian pendapatan dari bekerja untuk dana pendidikan. Misalnya dengan menyisihkan sebesar Rp2 juta per bulan. Maka, dalam satu tahun ke depan telah terkumpul sebesar Rp24 juta. Total uang yang terkumpul adalah sebesar Rp31 juta (ditambah dengan uang tabungan dan deposito), yang bisa digunakan untuk pembayaran awal uang kuliah. Semoga informasi diatas cukup bermanfaat. Akhir kata, semoga sukses dalam menentukan pilihannya!.

Agus Suhendri, CFP for okezone
MRE Financial & Business Advisory
www.mre.co.id


Offfice:
One Pacific Place 15th Floor, Sudirman Central Business District
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Indonesia
Phone : +62 21 2550 2425 Fax : +62 21 2550 2555
(//ade)
TWITTER »
twit