Mengaku Minati Bank Mutiara

Yawadwipa Belum Juga Lapor Ke BI

R Ghita Intan Permatasari - Okezone
Jum'at, 10 Februari 2012 10:41 wib
Logo Yawadwipa.
Logo Yawadwipa.
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan belum menerima laporan ataupun permintaan dari Yawadwipa terkait rencana pembelian Bank Mutiara seharga Rp6,7 triliun.

"Belum masuk ke saya. Belum," tegas Gubernur BI Darmin Nasution kala ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Karenannya, Darmin mengungkapkan jika belum ada kejelasan, maka dirinya enggan berbicara banyak terkait pemeblian bank Mutiara tersebut. "Untuk hal itu saya no comment dulu," tukas Darmin.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Kosasih mengungkapkan, bila Yawadwipa benar-benar tertarik membeli eks Bank Century tersebut, seharusnya dia mendatangi ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik Bank Century untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari bank tersebut.

"Terkesan cari sensasi saja, kalau memang niat beli, datang ke LPS bawa letter of intent, bicara dan buat pra due dilligence," lanjut dia.

Mengakuisisi perbankan, tambah Achsanul, bukan sekadar mengakuisisi perusahan abal-abal dan membutuhkan perusahaan yang kompeten yang bisa mengelola perusahaan.

"Datang ke LPS, ajukan pra due diligance, nanti juga harus dipantau ke Bank Indonesia, baru bikin due diligence baik secara finansial, dan lainnya. Kalau perusahaan baru kayak gitu, apa bisa?" tandas dia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku belum tahu persis siapa itu Yawadwipa. Meskipun begitu, pihaknya mengaku pernah bertemu dengan pengacaranya. "Dua bulan yang lalu, iya ketemu saya. Tapi hanya lawyer-nya, namanya Singgih-singgih gitu. Dia cuma bilang mau bikin private equity," ungkap Gita Wirjawan.

Menurut Gita, saat itu, seseorang yang disebut pengacara Yawadwipa tersebut hanya mengenalkan diri terkait pendirian private equity dan tidak menyinggung pembelian Bank Mutiara. "Tanya makroekonomi kita juga, tapi enggak sebut-sebut sama sekali (ketertarikan akuisisi Bank Mutiara)," lanjut dia. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit