JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengoperasikan terminal transit BBM berkapasitas 100.000 kiloliter (kl) di kawasan Indonesia Timur, yakni Baubau Sulawesi Tenggara yang terdiri dari produk solar dan premium yang telah menelan investasi sekitar USD40 juta.
Pengoperasian terminal transit BBM diharapkan dapat meningkatkan pasokan serta mengurangi biaya distribusi BBM di wilayah Sulawesi dan juga untuk mengurangi biaya demurage di pelabuhan Makassar yang diakibatkan oleh beban instalasi Makasar yang sudah melebihi kapasitas.
"Perubahan Depot Baubau menjadi terminal transit diharapkan akan meningkatkan kehandalan pasokan, serta mengurangi biaya distribusi BBM untuk daerah Sulawesi, terutama bagian Selatan dan Tenggara,dan juga sebagai back-up instalasi Makassar dan Depot Bitung serta depot-depot di Wilayah Nusa Tenggara Timur bila terjadi kondisi kritis (emergency)” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan melalui keterangan tertulisnya kepada okezone, Sabtu (11/2/2012).
Terminal Transit tersebut akan melayani kegiatan back loading ke Depot Palopo, Kolaka, Raha, dan Depot Kendari yang selama ini dilayani oleh instalasi Makassar, serta Depot Kolonade, Banggai dan Depot Luwuk yang sebelumnya dilayani oleh Depot Bitung.
Karen menambahkan terkait efisiensi biaya angkutan tanker ke daerah Sulawesi bagian Timur akan menghemat jarak suplai tanker sebesar 517 miles bila Depot Kolaka, Palopo, Raha, Kendari, Kolonodale dan Luwuk disuplai dari Baubau dibandingkan dari Bitung dan Instalasi Makassar. (git)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.