Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Elnusa Klaim Tekan Bunga Pinjaman USD6,7 Juta

Yuni Astutik , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2012 |19:06 WIB
Elnusa Klaim Tekan Bunga Pinjaman USD6,7 Juta
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - PT Elnusa Tbk (ELSA) mengklaim berhasil menekan bunga pinjaman dengan potensi efisiensi sebesar USD6,7 juta untuk lima tahun mendatang.

Seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (16/2/2012), untuk indikasi tingkat bunga saat ini, semula interest rate yang dibayarkan perseroan rata-rata adalah 6,7 persen per tahun dan saat ini turun menjadi 4,9 persen per tahun.

Menurut VP Corporate Secretary Elnusa Heru Samodra, ini merupakan hasil dari aksi korporasi perseroan, di antaranya karena Fixed Rate Notes (FRN) dengan tingkat suku bunga sebesar sembilan persen termasuk bagian yang di-refinancing, dengan tingkat suku bunga rata-rata sebagaimana tersebut di atas.

Refinancing tersebut diperoleh dari sindikasi baru yang dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk, dengan anggota sindikasi Bank BCA, Indonesia EximBank, Chinatrust Bank, Mizuho Bank, dan Bank of China.

"Perseroan menyadari bahwa turbulensi perekonomian Eropa dan pasar modal global saat ini adalah hal yang sulit dihindari oleh hampir semua pelaku pasar. Terlebih lagi, performance perseroan yang saat ini sedang dalam tahap recovery yang memerlukan langkah strategis dan tepat untuk perbaikan ke depan," katanya.

Heru menambahkan, sejalan dengan perkembangan dan prospek industri, perseroan akan berusaha untuk lebih fokus terhadap pengembangan oilfield services yang memiliki potensi pendapatan signifikan.

"Di samping juga melakukan efisiensi biaya-biaya, termasuk mengoptimalisasi cost of financing perseroan," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement