Jadi Pedagang Emas Terbesar, China Siap Salip India

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Jum'at, 17 Februari 2012 09:09 wib
Ilustrasi. Foto: Reuters
Ilustrasi. Foto: Reuters
HONG KONG - China siap mengambil alih posisi India sebagai pasar emas terbesar di dunia tahun ini, karena meningkatnya permintaan untuk logam mulia di China. Selain itu, melemahnya rupee terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menahan laju pembelian emas di India.

Melansir AFP, Jumat (17/2/2012), World Gold Council dalam laporan tahunannya mengatakan, perdagangan emas di China pada 2011, naik 20 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 770 metrik ton. Sementara di tempat pertama, yakni India terjadi transaksi sebanyak 933 metrik ton.

Selain itu, secara global pembelian emas naik 0,4 persen menjadi 4.067 metrik ton senilai USD205,5 miliar.

China sendiri, telah pindah menempati posisi teratas pada tiga bulan terakhir 2011, dengan pembelian mencapai 190,9 metrik ton dibandingkan dengan pembelian di India yang hanya 173 metrik ton. Hal ini menimbulkan prediksi akan kemungkinan China menjadi pasar emas terbesar di dunia untuk pertama kalinya pada 2012 ini.

Meningkatnya pendapatan di China, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, dan mengakibatkan lonjakan permintaan untuk perhiasan emas dan barang mewah lainnya. China, menjadi pasar terbesar di dunia untuk perhiasan emas di paruh kedua 2011 karena permintaan meningkat pada setiap kuartal.

Emas batangan, koin emas dan lainnya menjadi investasi populer karena kurangnya pilihan investasi lainnya di China.
Kenaikan jangka panjang dalam harga emas, membuatnya populer untuk menahan inflasi. Hal ini diperkuat dengan buruknya kinerja saham China dan pasar properti dan meningkatkan popularitas emas sebagai investasi.

Permintaan China turut membantu penjualan emas melompat 33,5 persen pada tahun lalu. Permintaan perhiasan emas di India, jatuh pada paruh kedua 2011 karena melemahnya rupee yang membuat emas lebih mahal.

India juga bergulat dengan inflasi tinggi tahun lalu yang makan jauh daya beli mereka, sehingga mereka membeli jumlah yang lebih kecil dari emas.

Emas mencapai rekor tertinggi sebesar USD1.891,90 per ons pada Agustus, meskipun harga telah jatuh sejak saat itu. Emas berjangka untuk pengiriman April berakhir perdagangan di New York pada Rabu di USD1.728,10 per ons.

Bank sentral di negara berkembang juga mendorong penjualan emas, karena mereka berusaha untuk mendiversifikasi cadangan mata uang asing pada instrumen safe heaven. Mereka membeli 439,7 metrik ton emas tahun lalu, naik 77 metrik ton dari tahun sebelumnya. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit