Sidak Gas Elpiji, Pemkab Tegur Pangkalan

Sabtu, 18 Februari 2012 15:43 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
SENGKANG - Tim Pemerintah Kabupaten Wajo melakukan sidak pada agen, pangkalan dan pengecer di Kota Sengkang, Sulawesi Selatan.

Tim dipimpin oleh Kabag Ekonomi Pemkab Wajo Arwes. Dalam sidak tersebut Tim Pemkab sempat memberikan teguran pada salah satu pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kg seharga Rp20 ribu ke masyarakat.

"Jangan menjual harga terlalu tinggi, ini membebani masyarakat. Inikan subsidi pemerintah yang peruntukannya bagi  masyarakat," kata Kabag Ekonomi Arwes di salah satu pangkalan, pada akhir pekan ini.

Arwes mengatakan, bahwa tujuan sidak tersebut adalah monitoring stabilisasi harga elpiji yang belakangan melonjak drastis akibat keterlambatan distribusi dari SPPBE Bone.

"Kami juga khawatir adanya penimbunan oleh oknum-oknum  tertentu terutama pangkalan," lanjut dia.

Dia mengungkapkan, sesuai data konfersi kebutuhan gas elpiji di Wajo idealnya ada empat ribu tabung per hari. Sampai saat ini sendiri, di Wajo ada empat agen dan 215 pangkalan. Nqamun, saat ini agen dan pangkalan kesulitan memenuhi kebutuhan akibat lambatnya distribusi dari Bone.

Direktur agen elpiji PT Wajo Harapan  HM As'ad di tempat yang sama mengatakan bahwa kondisi kelangkaan gas elpiji di Wajo sudah berjalan satu bulan. Gudang agen distribusi gas elpijipun selalu kosong karena setiap gas yang datang selalu langsung di distribusikan ke pangkalan.

"Kami jual ke pangkalan Rp14.500 karena kami butuh biaya tambahan untuk sopir yang harus bermalam sampai tiga malam di Bone. Dalam kondisi normal, kami jual Rp13.100 sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET)," tutur As'ad.

As'ad menyebut, dalam kondisi normal pihaknya biasa mendapatkan 3.040 tabung  perhari. Namun, saat ini pihaknya hanya mendapatkan 1.500 tabung. Pasokan ini pun harus menunggu selama tiga hari.

"Elpiji yang kami dapat kami langsung didistribusikan ke 85 pangkalan yang kami bawahi," tambah dia. (gna)
(Jumardi Nurdin/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit