Kurangi Pinjaman, China Pangkas Rasio Cadangan 24 Poin

Iwan Supriyatna - Okezone
Minggu, 19 Februari 2012 17:54 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
CHINA - Bank Sentral China berencana memangkas rasio cadangan bank umum sebesar 24 poin atau sebanyak 0,50 persen untuk mengurangi pembatasan pinjaman.

Pengurangan pembatasan pinjaman oleh Bank Rakyat China dikarenakan sejumlah bank-bank besar harus memegang cadangan rasio sebesar 20,5 persen, agar secara efektif dapat meningkatkan jumlah pinjaman.

"Pemangkasan ini merupakan kabar baik untuk pasar. Ini akan membantu likuiditas dan memungkinkan bank untuk memberikan pinjaman lagi," kata ekonom HSBC Ma Xiaoping, berdasarkan laporan dari kantor berita Xinhua, seperti dilansir dari AFP, Minggu (19/2/2012).

Menurut para analis, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah China dalam mengurangi pembatasan pinjaman untuk menekan inflasi tahunan yang mencapai 4,5 persen akibat liburan Imlek yang lebih awal dari biasanya dan berdampak ke harga properti.

Ditambahkan Ma, dari pengurangan pembatasan pinjaman, Bank Sentral China mampu melepaskan sekira 400 miliar yuan (USD64 miliar).

"Pertumbuhan ekonomi saat ini menjadi prioritas pemerintah. Berdasarkan data Januari, pinjaman baru yuan dan angka total pembiayaan mengalami risiko penurunan," kata Ma.

Untuk menghindari kehilangan kuota yang dikeluarkan oleh regulator dan efek dari perubahan kebijakan moneter, angka pinjaman dari Bank Sentral China turun dari 738,1 miliar yuan atau turun sebesar 288,2 miliar yang setara dengan 28 persen.

Bank Sentral China pun masih melakukan pembatasan yang ketat terhadap kredit, meskipun pembatasan tersebut diberlakukan akibat adanya kecemasan tentang biaya hidup yang meningkat di China.

Sehingga hal ini menarik berbagai kalangan untuk mengekang kenaikan harga selama dua tahun terakhir, termasuk membatasi jumlah uang bank untuk meminjamkan dan menaikkan suku bunga. (ade)
TWITTER »
twit