Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Hanya Minta Minimal 3% dari Untung Freeport

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Selasa, 21 Februari 2012 |19:27 WIB
Pemerintah Hanya Minta Minimal 3% dari Untung Freeport
Logo Freeport. (Foto: Freeport)
A
A
A

JAKARTA - Royalti yang diberikan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI), dinyatakan harus di atas tiga persen. Angka ini hanya meningkat dua persen dari royalti yang saat ini diterapkan.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menilai, kenaikan royalti tersebut dikarenakan royalti sebesar satu persen yang diberikan PTFI terlalu kecil. "Sudah diatur. Itu kan tiga persen lebih, sekarang kan satu persen. Jadi pasti tidak mungkin di bawah tiga persen, itu saja kita belum inginkan. Yang pasti di atas tiga persen," ungkapnya kala ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Sesuai instruksi presiden, royalti yang diberikan perusahaan tambang setelah dilakukan renegoisasi minimal tiga persen. Maka dari itu pemerintah menginginkan perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia tersebut nantinya memberikan royalti lebih dari batas minimum tersebut.

Selain itu, Hatta menegaskan akan turun langsung dalam melakukan renegoisasi  kontrak karya Freeport. Pemerintah pun saat ini sedang mengkaji renegoisasi tersebut agar hasilnya tidak merugikan kedua pihak.

"Nanti saya yang berunding, Freeport sudah menyatakan kesediaannya. Jadi kita begini, kalau mau berunding jangan saya ceritakan. Intinya kita harus sebesar-besarnya demi kepentingan bangsa dan negara, tentu dengan semangat win-win solution, baik perusahaan dan negara. Jadi masyarakat ikut bekerja, pajaknya baik, royaltinya baik," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement