Ilustrasi. (Foto: Corbis)
JAKARTA - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp669 miliar hingga Desember 2011, naik 45 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp461 miliar.
Pjs Presiden Direktur BII Rahardja Alimhamzah mengatakan, apabila sebelum dikenakan pajak maka laba perseroan mencapai Rp985 miliar, naik 25 persen dibanding periode sebelumnya.
Menurut dia, laba tersebut berasal dari pendapatan operasional lainnya (fee based income) yang meningkat 12 persen menjadi Rp2,33 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,08 triliun. Fee based income memberikan kontribusi sebesar 37 persen dari total pendapatan operasional BII.
Total fee based income BII terutama berasal dari kenaikan fee dari transaksi perbankan korporasi, treasury, kartu kredit, trade finance, remittance dan jasa lainnya.Selain itu, total overhead cost meningkat 18 persen dari Rp3,7 triliun menjadi Rp4,35 triliun.
"Kinerja yang membaik terutama didorong oleh pertumbuhan yang solid pada bisnis inti BII, perbaikan kualitas aset, dan perbaikan di seluruh operasionalnya," katanya dalam keterangan persnya, Rabu (22/02/2012.
Selain itu, total aset BII per Desember 2011 meningkat 26 persen menjadi Rp94,9 triliun dari Rp75,2 triliun di Desember 2010.
Adapun Rasio Kecukupan Modal (CAR) dengan memperhitungkan risiko kredit, pasar dan operasional berada pada tingkat 11,83 persen per Desember 2011 dengan Tier 1 Capital sebesar Rp7,2 triliun dan Tier 2 Capital sebesar Rp2,2 triliun. Tier 2 Capital ini termasuk Obligasi Subordinasi Rp1,5 triliun yang diterbitkan April 2011. (Erichson Sihotang /Koran SI/wdi)