Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 25 persen dari Rp53,6 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp67,2 triliun pada Desember 2011.
Pjs Presiden Direktur BII Rahardja Alimhamzah menjelaskan, kredit Korporasi memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar, yakni 42 persen dari Rp12,2 triliun menjadi Rp17,3 triliun pada Desember 2011, diikuti kredit UKM dan komersial sebesar 27 persen dan konsumer sebesar 15 persen dibanding periode yang sama 2010.
Adapun kredit Konsumer memberikan kontribusi 38 persen dari total kredit, sedangkan UKM dan komersial sebesar 36 persen dan korporasi 26 persen.
Selain kredit, perseroan mencatat total simpanan nasabah meningkat 17 persen menjadi Rp70,3 triliun dari Rp59,9 triliun per Desember 2010. Tabungan dan giro mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibanding deposito.
Tabungan tumbuh 28 persen menjadi Rp17,6 triliun dari sebelumnya Rp13,8 triliun, diikuti giro yang tumbuh 21% menjadi Rp12,4 triliun dari Rp10,3 triliun pada tahun sebelumnya. Kemudian deposito meningkat 13 persen menjadi Rp40,3 triliun dari Rp35,8 triliun.
"Ini telah meningkatkan rasio Current Account and Saving Account (CASA) dari 40 persen menjadi 43 persen per 31 Desember 2011," kata dia dalam keterangan persnya, Rabu (22/02/2012).
Perseroan juga mencatat rasio Loan to deposit ratio (LDR) konsolidasi tetap berada pada tingkat yang diharapkan, yakni sebesar 95,1 persen per 31 Desember 2011. Non performing loan (NPL) bruto turun menjadi 2,14 persen per Desember 2011. Marjin bunga bersih BII turun menjadi 5,22 persen per Desember 2011 dari 5,86 persen pada periode sebelumnya, seperti terjadi di seluruh industri perbankan.
"Pricing strategy BII tetap sejalan dengan keseluruhan rencana Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia," tukasnya. (Erichson Sihotang /Koran SI/wdi)