Ilustrasi. (Foto: Corbis)
SINGAPURA - Harga minyak turun ke bawah level USD106 per barel di Asia setelah laporan pasokan minyak di Amerika Serikat (AS) menunjukkan pertumbuhan di luar perkiraan.
Seperti dikutip dari Associated Press (AP), Kamis (23/2/2012), harga minyak untuk pengiriman April turun 38 sen menajdi USD105,90 per barel di New York Merchantile Exchange. Selanjutnya, minyak mentah jenis brent turun 20 sen menjadi US122,7 per barel di London.
American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak mentah naik 3,6 juta barel pekan lalu, sementara analis yang disurvei telah memprediksi akan ada peningkatan penggunaan minyak 1,7 juta barel.
Selanjutnya, persediaan bensin naik 314 ribu barel minggu lalu sedangkan sulingan naik 630 ribu barel. Selanjutnya, minyak mentah telah melonjak dari USD75 pada Oktober, ada kekhawatiran jika harga bensin meningkat bisa berpengaruh terhadap belanja konsumen.
"Harga minyak masih di bawah tingkat yang akan mewakili ancaman serius bagi pemulihan ekonomi global," kata Capital Economics dalam laporannya.
Pada perdagangan energi lainnya, minyak pemanas naik 0,2 persen menjadi USD3,27 per galon dan bensin berjangka turun 0,5 persen menjadi USD3,26 per galon. Gas alam ditambah 0,6 persen menjadi USD2,65 per 1.000 kaki kubik. (wdi)