Menjadi Magnet Sejahtera

Minggu, 26 Februari 2012 11:17 wib
Hari Putra. (Foto: MRE)
Hari Putra. (Foto: MRE)
"Jangan menjadi besi keuangan dan kekayaan, tetapi jadilah magnet kesejahteraan yang akan menarik besi keuangan dan kekayaan."

Sahabat okezone, sebelum saya membahas tentang apa arti wealth (sejahtera) dan rahasia menjadi sejahtera, akan saya bawa Anda tentang sebuah analogi sederhana tentang makna kekayaan. Sekarang coba Anda perhatikan dengan melihat di kedua tangan Anda.
Jika di tangan kiri Anda ada satu benda bernama besi, dan di tangan kanan Anda ada benda bernama magnet, menurut teori atau hukum fisika, apakah besi yang mengejar magnet atau magnet yang mengejar besi.

Tentunya, besilah yang mengejar magnet, karena magnet memiliki unsur atau daya tarik terhadap besi. Jika besi tersebut saya gantikan sebagai uang, dan magnet adalah diri Anda, tentunya uang yang akan mengejar diri Anda.

Tetapi kita lihat kenyataannya di lapangan, berapa banyak dari kita, yang menjadi besi-besi yang ditarik oleh magnet bernama uang. Kita bekerja dan berusaha semuanya demi uang. Sepertinya uang adalah sebuah simbol yang bisa menaikkan derajat diri dan status seseorang.
Bahkan sampai-sampai ada yang mengatakan, setengah dari masalah di dunia ini bisa diselesaikan dengan uang.

Saya tidak akan membantahnya, hanya mungkin bisa iya, mungkin juga tidak. Contohnya uang tidak akan berguna ketika kita tinggal di hutan belantara atau padang pasir, karena yang kita butuhkan saat itu adalah makanan atau minuman, kecuali di padang pasir atau hutan itu ada warung yang menjual makanan atau minuman. Bukan mempersoalkan uangnya tetapi kenapanya yang perlu kita bahas dalam kesempatan ini.

Jadi sebenarnya, buat apa kita mengumpulkan uang?

Kita mencari uang, tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita dan keluarga saja, tetapi ada dimensi lain yang lebih fundamental. Adanya uang dan kekayaan bukan diperuntukkan agar kita semakin memperkaya diri pribadi dan keluarga kita saja, tetapi tidak lain untuk mendistribusikan kekayaan yang Tuhan telah amanahkan kepada kita buat orang lain, komunitas dan makhluk hidup di lingkungan kita.

Jadi sebetulnya sejahtera berbeda dengan kaya, sejahtera ibarat magnet yang akan menarik benda-benda di sekitar kita agar lebih bermanfaat. Dan orang yang sejahtera adalah orang yang memiliki mental berkelimpahan (abundance mentality).

Orang yang memiliki mental berkelimpahan selalu melihat dari sisi win win solution, dalam bahasa lain disebut “What can I do for you Sir/Mom? Apa yang bisa saya bantu pak/bu, bukan lawannya scarcity mentality (mental berkemiskinan) yang diartikan “What can I get from you  Sir/Mom?

Inilah yang membedakan orang yang mengejar kekayaan dengan yang memiliki kesejahteraan. Dengan kesejahteraan, apapun yang kita dapatkan, selalu menghubungkan dengan solusi untuk kemanfaatan orang lain. Selamat menjadi sejahtera sahabat semua.

Hari 'Soul' Putra for okezone
MRE Financial & Business Advisory
www.mre.co.id
(Community Specialist, Penulis Buku 18 Decision for SOUL TherapY)
Follow Twitter: twitter.com/h4r1soulputra

Office:
One Pacific Place 15th Floor, Sudirman Central Business District
Jl Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190 Indonesia
Phone : +62 21 2550 2425 Fax : +62 21 2550 2555


(//wdi)
TWITTER »
twit