Ilustrasi. (Foto: okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih berada di level Rp9.000 per USD, lantaran isu kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Untuk perdagangan hari ini, rupiah range-nya berada di Rp9.040-9.080 per USD," ungkap analis pasar modal Reza Priambada saat dihubungi okezone di Jakarta, Senin (27/2/2012).
Adanya rencana kenaikan BBM bersubsidi ditakutkan akan mengganggu perekonomian Indonesia. Sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati. Meskiun sebelumnya ada kabar positif, disetujuinya bailout Yunani, namun karena ada kabar internal kenaikan BBM subsidi sehingga mempengaruhi rupiah.
"Investor akan menahan diri sementara waktu dan wait and see," tandasnya.
Informasi saja, akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup bergerak stagnan di level Rp9.000 per USD. Meskipun, saat ini nilai tukar dolar AS terhadap euro mulai menunjukan depresiasi.
Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah berada di kisaran Rp9.070 per USD, dengan kisaran perdagangan harian Rp9.025-Rp9.115 per USD. Sementara menurut yahoofinance, mencatatkan rupiah berada pada kisaran Rp9.054 per USD, dengan range perdagangan Rp9.002-Rp9.132 per USD. (wdi)