JAKARTA – Pemerintah selama dua minggu ke depan akan melakukan verifikasi data stok garam konsumsi sisa produksi 2011 yang diperkirakan mencapai 306 ribu ton. Setelah diperoleh kepastian data, pengusaha garam berkomitmen menyerap seluruh stok garam rakyat.
"Pengusaha garam akan membeli seluruh stok garam yang masih dimiliki petambak. Langkah ini akan dioptimalkan sebelum impor garam dilakukan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Selasa (28/2/2012).
Menurut Cicip, tim terpadu lintas kementerian bersama BPS dan dinas setempat serta kelompok usaha garam (Kugar) selama dua pekan berturut-turut akan melakukan verifikasi stok garam di tiga propinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tujuannya menghimpun data garam rakyat, baik jumlah maupun kualitas, lokasi produksi, serta harga garam di tingkat petambak dan pengepul.
"Dari hasil verifikasi itu, pada minggu ke-3 Maret pemerintah akan memasilitasi pembelian stok garam oleh para pengusaha dari petambak ataupun pengepul," tuturnya.
Saat ini, imbuh Sharif, garam yang dihasilkan petani garam saat ini disinyalir sudah di tangan pedagang. Sehingga, dugaan sementara stok garam banyak tersimpan di pedagang atau penimbun. Sharif mengakui data stok garam saat ini cenderung masih simpang siur.
Dia mencontohkan provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu menyatakan memiliki stok garam 460 ribu ton, tapi pelaporan ulang oleh dinas kelautan setempat mengoreksi jumlahnya hanya 120 ribu ton.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Sharif melihat masih ada celah waktu untuk melakukan verifikasi data stok garam sebelum rencana impor garam direalisasikan. "Kita masih punya waktu sampai akhir Maret untuk bersama-sama mengecek stok garam," tandasnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.