JAKARTA - Pemerintah mencatatkan penjualan Surat Berharga Syariah Negara Ritel (sukuk ritel) seri SR004 mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga RP5,479 triliun.
Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rahmat Waluyanto mengatakan, penjualan SR004 sampai dengan Selasa 13 Maret, dari seluruh Agen Penjual (AP) meraup sebesar Rp11,766 triliun dengan jumlah investor 15.165 orang.
Dia melanjutkan ke-20 AP tersebut meminta upsize dengan total nilai Rp5,479 triliun dan tidak ada satupun AP yang meminta downsize," dengan demikian proyeksi penjualan seluruh AP sebesar Rp19,149 triliun," ungkap Rahmat kepada okezone lewat pesan singkatnya, Rabu (14/3/2012).
Menurutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi kepada setiap AP yang meminta penambahan tersebut. "Berapa nilai per order atau pemesanan per investor," tambahnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, pemerintah akan mengalokasikan kepada AP yang melayani investor yang mencerminkan karakteristik ritel.
"Juga mempertimbangkan aspek kondisi likuiditas pemerintah dan profil jatuh tempo utang, mengingat sukri tenornya relatif pendek," tukas Rahmat.
Sekadar informasi, penerbitan SR004, akan dilakukan pada 21 Maret 2012, jatuh tempo 21 September 2015 dengan nominal per-unit Rp1 juta. Menggunakan underlying asset Proyek APBN Tahun 2012. Adapun pemesanan minimum sebesar Rp5 juta dengan maksimum pemesanan Rp5 miliar.
SR004 memiliki tingkat kupon 6,25 persen per tahun dengan fixed coupon pembayaran imbalan dilakukan setiap bulan pada 21 dimulai pada 21 April 2012.
Pemesanan SR-004 dapat dilakukan melalui 24 Agen Penjual (terdiri dari 13 Bank dan 11 Perusahaan Efek) yang telah ditunjuk Pejabat Pembuat Komitmen melalui surat nomor s-01/PPK.SR/2012 tanggal 4 Januari 2012.
Berikut daftar AP SR004
a. Bank
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
2. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
5. Standard Chartered Bank.
6. PT Bank BRI Syariah Tbk.
7. PT Bank Central Asia Tbk.
8. PT Bank Syariah Mandiri.
9. PT Bank CIMB Niaga Tbk.
10. PT Bank UOB Indonesia.
11. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
12. PT Bank OCBC NISP Tbk.
13. Citibank.
b. Perusahaan Efek
1. PT Mega Capital Indonesia.
2. PT Danareksa Sekuritas.
3. PT Bahana Securities.
4. PT Trimegah Securities Tbk.
5. PT Reliance Securities Tbk.
6. PT Sucorinvest Central Gani.
7. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas.
8. PT Kresna Graha Sekurindo Tbk.
9. PT Batavia Prosperindo Sekuritas.
10. PT Ciptadana Securities.
11. PT Lautandhana Securindo.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.