'Indonesia Masih Jauh dari Bubble Kredit'

|

Nur Januarita Benu - Okezone

Ilustrasi : Dok Sinarmas.

'Indonesia Masih Jauh dari Bubble Kredit'
JAKARTA - Salah satu faktor yang dinilai mendorong keluarnya kebijakan Bank Indonesia (BI) mengenai besaran uang muka atau down payment (DP) untuk KPR sebesar 30 persen adalah untuk menghindari terjadinya bubble atau penggelembungan kredit perumahan.

Namun hal ini dibantah oleh organisasi pengembang terbesar di dalam negeri, Real Estat Indonesia (REI), tepatnya oleh Ketua DPD REI DKI Jakarta Rudy Margono.

"Indonesia masih jauh dari bubble. Dasarnya adalah pada tingkat daya beli masyarakat. Kalau yang mengajukan KPR syaratnya kan harus memenuhi seperempat dari total gaji. Kalau tidak memenuhi berarti tidak bisa disetujui pengajuan KPR-nya," katanya kepada jajaran media di Jakarta, Senin (26/3/2012).

Menurut Rudy, pembelian rumah berbeda dengan pembelian kendaraan bermotor roda dua yang lebih kecil besaran uang mukanya. Apalagi DP 30 persen ini berlaku untuk rumah menengah dengan kisaran harga di bawah Rp1 miliar.

"Indonesia juga angka backlog (kekurangan) rumah masih tinggi sekitar 13 jutaan rumah. Artinya masih banyak masyarakat yang belum bisa membeli rumah sendiri. Jadi penggelembungan atau bubble kredit masih sangat jauh kemungkinan terjadinya," papar Rudy.

Kebijakan ini, lanjutnya akan berpengaruh pada penundaan transaksi sekira 5-10 persen. "Tapi kami perkirakan akan kembali normal tiga sampai enam bulan mendatang," pungkasnya. 
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bisnis Rumah Sakit Tak Alami Pasang Surut