SIDOARJO - Naiknya harga BBM nonsubsidi, termasuk pertamax sejak 1 April di Sidoarjo tidak diiringi dengan kesiapan pengelola SPBU untuk melayani konsumen. Sejumlah SPBU terpaksa melayani penjualan pertamax dengan sistem manual.
Sementara sejumlah SPBU memilih menutup penjualan pertamax karena tidak siapnya mesin pompa SPBU untuk melayani konsumen pemakai pertamax. Kenaikan harga pertamax dari Rp9.850 menjadi Rp10.350 per liter di Sidoarjo yang diberlakukan mulai 1 April tidak diiringi kesiapan petugas SPBU. Pembelian pertamax dilakukan dengan sistem manual meski mesin pompa yang ada sudah menggunakan sistem digital.
“Konsumen pemakai pertamax tidak bisa membeli dalam jumlah rupiah, namun diharuskan membeli dalam jumlah liter yang perhitungan jumlahnya dilakukan dengan sistem manual,” jelas petugas SPBU di Sidoarjo Yulian Widianto, Senin (2/4/2012).
Sejumlah SPBU yang menutup penjualan pertamax karena mesin pompa BBM di SPBU masih menggunakan harga lama dan belum di-upgrade ke harga baru. Meski persediaan pertamax di dalam tangki persediaan masih ada, namun pengelola SPBU memilih tidak menjualnya dengan alasan menunggu perbaikan upgrade harga mesin pompa di SPBU.
Sebelumnya diberitakan, harga Pertamax per 1 April 2012 naik menjadi Rp10.200 per liter di Jakarta bila dibandingkan dengan harga pertamax pada 15 Maret 2012 yang mencapai Rp9.550 per liter. "Harga pertamax saat ini mencapai Rp10.200 per liter dikarenakan mengikuti mekanisme pasar," ungkap Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Mochammad Harun, Minggu 1 April kemarin.
Harun menegaskan bila kenaikan harga pertamax periode ini tidak berpengaruh dari ditundanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April ini. "Kenaikan itu sama sekali tidak ada pengaruhnya dengan BBM besubsidi yang tidak jadi naik. Jangan disamakan dengan harga BBM bersubsidi, karena itu harganya jauh sekali. Ini kan pertamax nonsubsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar," tegasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.