JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) memprediksi inflasi tahun ini akan berada di kisaran 5,5 persen. Laju inflasi, akan dipengaruhi pada waktu dan besaran dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Inflasi tahun ini diperkirakan sebesar 5,5 persen dengan asumsi bahwa BBM bersubsidi akan dinaikan sebelum akhir tahun ini," demikian diungkapkan Kepala Perwakilan ADB Indonesia, Jon D Lindborg, di Hotel Akmani, Jakarta, Rabu (11/4/2012).
Meski begitu, ADB memperikirakan tekanan inflasi akan menurun menjadi lima persen persen pada 2013. "ADB mencatat upaya-upaya pemerintah untuk menjamin bahwa mereka yang miskin dan rentan mendapatkan perlindungan dari dampak akibat dikuranginya subsidi," kata dia.
Inflasi tersebut dapat tercapai, aslkan penghematan dari subsidi BBM bisa disalurkan untuk program-program yang lebih tepat. "Sasarannya untuk kelompok miskin," tambah dia.
Sebelumnya, pemerintah merevisi asumsi inflasi dalam RAPBN-P 2012 menjadi tujuh persen secara year on year (yoy) dari target pemerintah sebelumnya sebesar 5,3 persen.
Hal tersebut, lantaran akan dilakukannya kenaikan BBM bersubsidi pada April lalu. Meski BBM tidak jadi naik, namun peluang tersebut masih ada selama harga ICP mengalami kenaikan mencapai 15 persen dari asumsi APBN-Perubahan sebesar USD105 per barel.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.