JAKARTA - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) menurunkan target produksi pelat hitamnya tahun ini. Alasan ini dilatarbelakangi tiga hal pokok.
Direktur Utama Latinusa Ardhiman TA menyatakan, di 2011 lalu, pihaknya berhasil memproduksi 160 ribu ton pelat hitam per tahun, sedangkan tahun ini target produksinya hanya ditargetkan sebesar 130 ribu ton per tahun.
"Kita masih dalam tahapan periode learning curve. Latinusa akan melakukan usaha-usaha untuk memperoleh angka hitam tahun ini," ungkap Ardhiman dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (12/4/2012).
Sejak akhir tahun lalu, anak usaha PT Krakatau Steel ini memang sedang mengontruksi proyek. Selain itu, kinerja PT Latinusa yang melempem tahun ini juga disebabkan beberapa faktor seperti produksi pabrik yang sempat berhenti 40 hari selama konstruksi revamping. "Ini sangat mempengaruhi penjualan dan biaya produksi," tambahnya.
Alasan kedua, adalah diterapkannya bea masuk impor nol persen yang mulai diberlakukan pada akhir 2009. Krisis Eropa juga menjadi penyebab penurunan ekspor ke Eropa dan Amerika Utara, China, dan Korea.
"Sejak itu, terjadi perubahan tujuan ekspor ke Asia Tenggara dengan harga yang kompetitif. Karenanya, dia mengatakan, melihat kondisi ini, pihaknya memutuskan untuk menurunkan kapasitas produksinya saat ini. Pasar yang tak baik ini sepertinya akan terus berlanjut," tandas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.