Para CEO yang Bakal Dicap "Terburuk"

Widi Agustian - Okezone
Jum'at, 13 April 2012 11:26 wib
Ilustrasi. (Foto: CNBC)
Ilustrasi. (Foto: CNBC)
MUNGKIN terlalu dini untuk menilai chief executive officer (CEO) terburuk pada periode 2012. Tapi nama-nama di bawah ini kemungkinan memang akan menjadi menyabet status terburuk itu. Pasalnya, hal terpenting dalam penilaian CEO terburuk adalah CEO tersebut tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai pemimpin dari perusahaannya.

Di samping itu sang CEO tersebut tidak bisa membagi tugas dengan baik. Selain itu, strategi dan menajemen yang dilakukan seorang CEO malah membuat kinerja perusahaan tidak maju-maju, dan cenderung mundur.

Lalu, siapa saja CEO yang kemungkinan dicap sebagai yang terburuk pada 2012 ini? Berikut ini penuturan CNBC, seperti dikutip okezone, Jumat (13/4/2012):

Andrew Mason, CEO Groupon
Namanya berada di posisi teratas daftar CEO terburuk ini. Dia memimpin salah satu IPO yang paling kacau, begitu juga kondisi dan pasca-IPO untuk laporan keuangannya. Alhasil, perusahaan ini telah terpukul oleh laporan keuangan diragukan kebenarannya. Securities and Exchange Commission, atau lembaga semacam Bapepam di AS, pun melakukan penyelidikan atas ketidakberesan ini.

Selain itu, model bisnis yang dilakukannya belum sesuai dengan best practice yang umum dilakukan. Dia juga disebut masih tidak dewasa dan tingkat arogansinya yang tinggi membuatnya perusahaan ini kehilangan kredibilitas di Wall Street.

Stephen Elop, CEO Nokia
Elop hanya berada dalam posisi tersebut selama setahun. Padahal, sebagai CEO di perusahaan ini, tidak terlalu berat lantaran penghitungan di perusahaan itu sangat sederhana. Nilai sahamnya pun mendekati posisi terendah dalam 15 tahun terakhir.

Senada seperti produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM), mereka menjadi korban perang bisnis yang saat ini didominasi Apple iPhone dan Google Android.

Daniel Hesse, CEO Sprint Nextel
Sejak Hesse menjabat posisi ini sejak Desember 2007, harga saham Sprint sudah ambles sampai 80 persen. Penjualannya juga turun sampai 16,2 persen. Memang perusahaan sudah berjalan tertatih-tatih pada saat dia mulai memimpin. Kepemimpinannya dipertanyakan sejak awal tahun ini ketika Sprint menolak untuk mengakuisisi MetroPC senilai USD8 miliar.

Lalu bagaimana dengan CEO RIM Thorsten Heins dan CEO Radio Shack Jim Gooch. Kinerja kepemimpinan keduanya pun dinilai layaknya es krim yang tengah mencair.
(wdi)
BACA JUGA ยป