>

Ventilasi Baik, Rumah Sehat

|

-

(foto: arkigrafikteam)

Ventilasi Baik, Rumah Sehat
RUMAH yang sehat harus memiliki sirkulasi yang baik. Sistem ventilasi yang mendukung dapat mendistribusikan udara supaya mengalir lancar.

Salah satu kriteria rumah sehat adalah pemenuhan kebutuhan fisiologis berupa pencahayaan, penghawaan, dan ruang gerak yang cukup, termasuk dalam sistem ventilasinya. Rumah tinggal yang terletak di daerah beriklim tropis lembap, seperti Indonesia, menuntut desain yang mengedepankan sistem pertukaran udara atau ventilasi demi menciptakan kenyamanan.

Keberadaan ventilasi memang sangat penting. Selain memasukkan udara dan cahaya ke dalam rumah, juga sebagai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan hawa panas yang kerap membuat penghuni rumah merasa tidak betah.

“Umumnya jenis ventilasi ini berupa jendela konvensional yang terbuat dari kaca atau kayu yang bisa dibuka lebar pada siang hari.Selain itu,bisa juga menggunakan model jendela bouvenliecht,yaitu jendela dengan dua bilah kaca yang terdapat celah di antaranya,” kata arsitek Denny Setiawan.

Denny menambahkan, ventilasi hendaknya dirancang secara tepat. Idealnya,sebuah rumah memiliki jumlah bukaan total antara 15-20 persen dari luas tapak. Proporsi tersebut akan membuat ruang yang berada di dalam terasa nyaman dan sejuk. Ambil contoh, bagian kamar mandi membutuhkan pergantian udara sebanyak enam kali dari volume ruangan.

Saat Anda mendesain rumah terkait dengan penempatan ventilasi, perlu diperhatikan beberapa hal, seperti lokasi rumah, arah matahari, arah angin, dan posisi rumah terhadap jalan. Posisi jendela harus tetap melihat arah angin dan datangnya cahaya.

“Untuk rumah modern yang menggunakan kaca full, sebaiknya ditempatkan di sebelah utara atau selatan matahari.Hal itu supaya matahari tidak terlalu menyengat pada saat masuk ke dalam rumah,” papar Denny.

Anda pun harus menyesuaikan bentuk dan ukuran jendela dengan bentuk ruang.Idealnya, ketinggian jendela berkisar antara 75-80 cm dari lantai. Untuk ruang keluarga, lebih cocok menggunakan jenis jendela lebar dengan ketinggian rendah, yaitu 40-50 cm dari lantai.

(Aprilia S Andyna/Koran SI)
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wijaya Karya Raih Kontrak Rp11,97 Triliun