JAKARTA - Krisis yang terjadi di zona Eropa diperkirakan akan berlangsung lama. Karena itu, negara di kawasan Asia jangan terlalu mengandalkan pasar dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).
"Kalau ditanya akan berapa lama berlangsungnya krisis di zona Eropa saya tidak tahu persis. Tapi yang jelas akan lama. Bahkan setiap harinya semakin memburuk yang terjadi di Zona Eropa," ungkap Kepala Kantor Itegrasi Ekonomi Regional ADB Iwan J Azis, di Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Iwan melanjutkan bahwa pada awalnya hanya negara-negara yang berada pada zona Eropa saja yang terkena krisis. Namun lambat laun, krisis tersebut juga bertambah luas ke negara non-Eropa.
"Nah, kalau sudah begini walaupun AS sudah membaik, nanti lama kelamaan AS akan kena juga. Jadi sekarang Asia jangan terlalu mengandalkan pasar dari Eropa dan AS," paparnya.
Sebelumnya, Iwan menuturkan pasar obligasi dalam mata uang lokal di Asia Timur tumbuh sebesar tujuh persen menjadi USD5,7 triliun pada akhir 2011. Pertumbuhan ini didorong oleh pasar obligasi korporat yang tumbuh sebesar dua digit yang dipimpin oleh Indonesia dengan pertumbuhan pasar obligasi korporat yang paling tinggi di kawasan Asia Timur.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.