Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuartal I, Bulog Sulsel Kantongi 180.267 Ton Beras

Rahmat Hardiansya , Jurnalis-Kamis, 26 April 2012 |16:21 WIB
Kuartal I, Bulog Sulsel Kantongi 180.267 Ton Beras
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

MAKASSAR - Divisi Regional (Divre) Bulog Sulawesi Selatan (Sulsel) mengaku telah merealisasikan prognosa pengadaan beras hingga 180.267 ton. Atau 22 persen dari total prognosa tahun ini sebesar 526 ribu ton beras sepanjang kuartal pertama 2012, dari Januari hingga April.

Pencapaian Bulog tersebut tidak lepas dari kelancaran panen petani di berbagai kabupaten kota penghasil padi di Sulsel. Kepala Divre Bulog Sulsel Tommy S Sikado mengatakan, hampir seluruh kabupaten kota penghasil padi di Sulsel melakukan panen secara bersamaan sehingga pencapaian prognosa kuartal pertama sudah tinggi.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya di kuartal yang sama Bulog Sulsel hanya merealisasikan sekira 98.997 ton beras, bahkan masih jauh lebih rendah di 2010 yang hanya 45.867 ton rentang waktu Januari hingga April. Menurut Tommy, target 2012 Bulog Sulsel memang jauh lebih tinggi dari dua tahun sebelumnya.

"Tahun ini rata-rata realisasi beras per harinya mencapai 3.500 hingga 4.000 ton per hari dengan kepadatan tertinggi ada di April, kami sangat yakin makin ke depan realisasi prognosa akan semakin besar, target kami September telah mencapai 70 persen, sehingga sisa 30 persen akan direalisasikan pada panen akhir tahun," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (26/4/2012).

Ketersediaan beras yang tinggi di kuartal pertama tahun ini, Bulog Sulsel yakin tidak akan kekurangan stok bahkan jika harga harus mengalami kenaikan, dampak dari kebijakan pemerintah soal pembatasan bahan bakar minyak (BBM). "Kami juga masih menunggu beberapa daerah yang belum melakukan panen," ujarnya.

Walaupun telah mencapai realisasi hingga 22 persen tahun ini, Bulog Sulsel masih belum melakukan pengiriman beras antar pulau. Menurut Tommy, waktu panen yang hampir bersamaan di seluruh Indonesia menjadi penyebab pengiriman beras stok antar pulau masih kurang, padahal tahun lalu di kuartal yang sama telah terjadi pengiriman ke Pulau Jawa sekira 20 ribu ton.

Penyuplai beras Bulog juga mengalami peningkatan tahun ini. Dari tiga kabupaten produksi beras terbesar, Sidrap, Parepare dan Pinrang, sejumlah kabupaten lain juga terus mendongkrak ketersediaan stok beras Bulog. Harga beli gabah kering giling juga masih stabil di angka Rp4.200 per kilogram dan beras jadi Rp6.000 per kilogram.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre Sulsel Abdul Muis Ali, harga yang relatif stabil tersebut disatu sisi tetap menguntungkan petani. Di sisi lain menjaga harga dipasaran tidak melonjak. Terbukti saat ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pedagang hanya wait and see.

Abdul Muis juga menambahkan, dari 56 unit gudang Bulog di Sulsel dan delapan subdivre keseluruhannya terisi stok beras hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan masih memungkinkan terjadinya pengiriman untuk menjaga stok di daerah lain hingga 8.000 ton per hari.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement