Pelajaran dari akuisisi DBS

\Pelajaran dari akuisisi DBS\
ilustrasi Foto: Blogspot

Sindonews.com - Pada 2 April 2012, DBS Group Holdings, Singapura membeli 67,37 persen saham Bank Danamon senilai 6,2 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp45,2 triliun. Semula saham itu dimiliki Fullerton Financial Holdings melalui Asia Financial Indonesia.

Pelajaran apa yang dapat dipetik Bank Indonesia (BI) dan pemerintah? Siapa itu Development Bank of Singapore (DBS)? DBS yang berdiri pada 1968 merupakan pemimpin pasar di Singapura dan terkemuka di Asia Tenggara. DBS telah hadir di sumbu pertumbuhan bisnis dunia di AS, Inggris, China, Uni Emirat Arab, Indonesia, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Thailand, Filipina,dan Vietnam.

DBS Group Holdings telah berbisnis di perbankan nasional melalui Bank DBS Indonesia sejak Juni 1989.Semula di bawah nama Bank Mitsubishi Buana yang merupakan usaha patungan antara The Mitsubishi Bank dan Bank Buana Indonesia. Pada 1987, DBS mengakuisisi saham Mitsubishi Bank di Bank Mitsubishi Buana dan menjadi Bank DBS Buana. Pada Oktober 2000, nama berubah menjadi Bank DBS Indonesia. Lagi-lagi,pelajaran apa saja yang dapat dipetik BI dan pemerintah?

Pertama, sabar menunggu revisi Undang-Undang (UU) Perbankan. Kini Indonesia telah memiliki Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga ini paling cepat 1 Januari 2014 akan menggantikan fungsi pengawasan BI dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam- LK).

Oleh karena itu,UU Perbankan No 7/1992 tentang Perbankan perlu direvisi terutama Pasal 29 ayat 1, ”Pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia” dan 31A ”Bank Indonesia dapat menugaskan Akuntan Publik untuk dan atas nama Bank Indonesia melaksanakan pemeriksaan terhadap bank”. Kini Dewan Perwakilan Rakyat sedang menggodok revisi UU tersebut antara lain mengenai struktur kepemilikan bank.

Maka, BI hendaknya bersabar untuk menanti hasil revisi tersebut terkait dengan izin DBS untuk melakukan akuisisi terhadap Bank Danamon. Akhirnya,BI belum memberikan persetujuan izin tersebut. Putusan tersebut tampak adil mengingat jauh sebelumnya BI telah mengembalikan permohonan izin akuisisi oleh Affin Bank Berhad, Malaysia, terhadap Bank Ina Perdana, RHB Capital, Malaysia, terhadap Mestika Dharma dan China Construction Bank terhadap Bank Maspion. Selain itu, UU No 3/2004 tentang Perubahan atas UU No 23/1999 tentang Bank Indonesia juga wajib direvisi dengan lahirnya OJK.

Kedua, membatasi kepemilikan mayoritas saham bank lokal. Harus diakui bahwa kuku bisnis bank atau kelompok finansial asing kian mencengkeram perbankan nasional. Banjir kepemilikan mayoritas saham bank lokal oleh asing melanda Nusantara sejak krisis moneter pada 1998 ketika peraturan dilonggarkan dari maksimal 49 persen menjadi 99 persen melalui Peraturan Pemerintah No 29/1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum.

Ajakan manis itu langsung disambut baik oleh bank atau kelompok finansial asing. Ada pandangan bahwa masuknya bank asing itu akan menggairahkan perbankan nasional. Namun, sesungguhnya dibawa ke mana dividen oleh bank asing yang menguasai kepemilikan mayoritas saham bank lokal? Dividen itu disetor ke perusahaan induknya di luar negeri. Tengok saja data berikut.

Asia Financial, pemilik 67,37 persen saham Bank Danamon, mengantongi dividen sekitar Rp678,3 miliar dari total dividen yang dibagikan Rp1 triliun. CIMB Group Sdn Baht,pemilik 77,24 persen saham Bank CIMB Niaga, me-nikmati dividen Rp154,32 miliar dari total dividen Rp199,8 miliar laba bersih 2011. Pada 2011 Standard Chartered Bank, Indonesia, mentransfer laba Rp601,5 miliar ke induknya di Inggris.

Jangan lupa, aturan itu terbit mengingat permodalan bank nasional saat itu amat rentan. Statistik Perbankan Indonesia Desember 2011 mencatat modal disetor bank nasional terus meningkat tajam dari Rp73,05 triliun per Desember 2006 menjadi Rp78,93 triliun per Desember 2007, Rp86,28 triliun (2008), Rp96,30 triliun (2009),Rp105,52 triliun (2010), Rp112,72 triliun (2011), dan Rp117,49 triliun per Januari 2012.

Sementara, laba berjalan pun melejit dari Rp28,33 triliun per Desember 2006 menjadi Rp35,02 triliun (2007),Rp30,61 triliun (2008), Rp45,22 triliun (2009), Rp57,31 triliun (2010), Rp75,08 triliun (2011), dan Rp9,05 triliun per Januari 2012. Dengan bahasa lebih lugas, kini permodalan bank kian perkasa.Perekonomian nasional pun makin kokoh, tumbuh 6,5 persen pada 2011.

Untuk itu, BI dan pemerintah harus segera membatasi kepemilikan mayoritas saham oleh asing maksimal 40 persen. Bagaimana negara lain? China, naga ekonomi dunia, membatasi maksimal 25 persen. Pembatasan itu akan melindungi bank nasional dari cengkeraman bisnis asing.

Ketiga, membatasi kredit konsumsi, meningkatkan kredit UMKM.Data menunjukkan bahwa kredit konsumsi mencapai Rp667,16 triliun atau 30,32 persen dari total kredit Rp2.200,09 triliun per Desember 2011.Padahal,kredit investasi hanya Rp464,26 triliun (21,10 persen) dan kredit modal kerja Rp1.068,68 triliun (48,57 persen).

Oleh sebab itu, agar bank asing dan campuran tidak terlalu fokus pada kredit kon-sumsi, BI perlu membatasi kredit konsumsi maksimal 20% dari total kredit. Hal ini akan memperlancar pelaksanaan Surat Edaran BI Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 mengenai loan to value (LTV) paling tinggi 70 persen untuk KPR dan uang muka kredit kendaraan bermotor 20–30 persen.

Bukan hanya itu.Untuk mendorong bank nasional lebih menekuni kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),BI perlu menetapkan porsi kredit UMKM minimal 20 persen. Hal ini akan memperkokoh perekonomian rakyat yang selama ini terbukti mampu bertahan dari gempa finansial global.

Dengan demikian,bank nasional bakal kian terlindungi untuk menjadi pemain bola bisnis di rumah sendiri. Bukan hanya menjadi penonton.Perekonomian rakyat pun kian perkasa di tengah ancaman krisis utang Eropa.

PAUL SUTARYONO

Pengamat Perbankan

 

 

(and)
Live Streaming
Logo

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.