JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memastikan tidak terpengaruh dengan kebijakan bea keluar mineral yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat oleh pemerintah Indonesia.
"Kami tidak mengekspor bijih mentah, kami mengekspor ore nikel sehingga tidak akan berdampak pada kami," kata Corporate Secretary Vale Indonesia Ratih Amri saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (3/5/2012).
Dia mengungkapkan lebih jauh, terkait dengan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral Batu Bara yang mewajibkan perusahaan pertambangan untuk membangun pabrik pengolahan mineral di Indonesia sebelum 2014, perseroan mengaku sedang melakukan penjajakan untuk melakukan joint venture dengan beberapa perusahaan pertambangan untuk membangun smelter.
"Namun kami belum bisa disclose joint venture dengan siapa partnernya, kami mencari peluang maksimalkan peluang bisnis di Sulawesi Tengah dan utara dan tetap memfokuskan di nikel," tandasnya.
Di samping itu, Vale Indonesia akan meningkatkan produksi nikel matte pada tiga kuartal terakhir. Hal tersebut disebabkan karena produksi pada kuartal I-2012 hanya 12.431 metrik ton nikel dalam matte. Ini berarti, produksinya masih jauh di bawah target produksi 2012 sebesar 71-72 ribu metrik ton dalam matte.
"Kami akan meningkatkan grade ore dan beberapa inisiatif perawatan smelter, kami rencanakan lebih efektif sehingga shutdown lebih efektif dan dapat diminimalkan. Dengan maintance yang lebih baik kapasitas produksi dapat tercapai," katanya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.