JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) berencana membangun pabrik obat di kawasan Cibitung, Jawa Barat. Pembangunan pabrik ini diperkirakan membutuhkan dana sekira Rp100 miliar.
"Mulai dibangun Juni nanti, awal tahun depan kemungkinan sudah selesai," jelas Direktur Utama Indofarma Djakfarudin Yunus ditemui di Kementerian BUMN, Jumat (4/5/2012)
Dengan adanya pengembangan pabrik ini, perusahaan pelat merah yang berkonsentrasi membuat obat generik ini akan memenuhi sekira 30 persen dari proyek kerjasama bersama Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) sebesar 10 miliar tablet. "Dananya dari bank Mandiri," lanjut dia.
Diberitakan sebelumnya, INAF juga berencana menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan dengan total mencapai Rp600 miliar. Pada tahap pertama, perusahaan farmasi pelat merah tersebut akan menerbitkan obligasi senilai Rp300 miliar.
Direktur Keuangan Indofarma John Sebayang mengatakan, perseroan akan menerbitkan obligasi tahap pertama senilai Rp300 miliar pada semester II tahun ini.
Adapun, dana hasil penerbitan obligasi tahap pertama tersebut akan digunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi, itu untuk membayar utang kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp175 miliar, investasi sekira Rp100 miliar dan sisanya dialokasikan untuk modal kerja perusahaan.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.