Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Oktober, BUMI Segera Bayar Utang ke CIC

Yuni Astutik , Jurnalis-Senin, 07 Mei 2012 |13:59 WIB
 Oktober, BUMI Segera Bayar Utang ke CIC
Ilustrasi. (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memastikan akan membayar utang kepada China Investment Corporation (CIC) sebesar USD600 juta. Pembayaran utang ke CIC sebesar USD600 juta akan terealisasi Oktober tahun ini,

"Dua tahun lebih awal, dan sisanya USD700 juta akan lagi akan kami lunasi pada Oktober 2013," kata Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava, saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Senin (7/5/2012).

Saat dikonfirmasi apakah dana pembayaran utang tersebut berasal dari penjualan 20 persen saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS), yang notabene merupakan anak usaha perseroan. Dileep mengaku bisa saja dari hasil penjualan tersebut.

"Kami terbuka dalam menjalankan strategi bisnis BMRS, dan kami saat ini tengah mencari partner yang tepat untuk melakukan itu," katanya.

Sayangnya, dia enggan berkomentar lebih jauh mengenai siapa partner strategis yang dimaksudkan itu. Selain itu, Dileep juga enggan buka suara mengenai perusahaan yang dimaksud. "Saya tidak bisa berkomentar, namun itu menjadi suatu pertimbangan juga," katanya lagi.

Sebagaimana diketahui, perseroan hari ini seharusnya melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda meminta persetujuan untuk menjaminkan sebagian besar aset kepada krediturnya, serta perubahan direksi/komisaris perusahaan.

Namun agenda rapat tersebut terpaksa dibatalkan karena tidak memenuhi kuorum. "Cuaca buruk, kemacetan di mana-mana. Saya pikir akan di atur ulang jadwalnya. Mungkin bulan depan," tandasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement