Ilustrasi. Foto: Bank Syariah Bukopin
BANDUNG - Guna mendukung pertumbuhan perbankan syariah yang lebih pesat lagi, sedianya diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) baik dari segi kuantitas dan kualitas.
Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Yuslam Fauzi menuturkan, hal tersebut merupakan salah satu tantangan yang harus diatasi agar industri perbankan syariah di Indonesia bisa berkembang lebih cepat lagi.
"Industri perbankan syariah di Indonesia itu pesat. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir kan industri perbankan syariah tumbuh rata-rata per tahunnya 30-40 persen. Jadi harus dibarengi dengan SDM yang memadai. Sehingga concern kami dalam waktu singkat bisa memenuhi kebutuhan bank syariah dapat terpenuhi," ungkapnya kala ditemui usai acara 2nd Bank Indonesia Internasional Seminar on Islamic Finance, di Hotel Hilton, Bandung, Senin (7/5/2012).
Yuslam menlanjutkan, salah satu cara yang telah ditempuh guna meningkatkan SDM di perbankan syariah yaitu dengan menjalin kerjasama dengan 70 lebih universitas dari seluruh Indonesia untuk memeberikan kurikulum yang baik mengenai sistem perbankan syariah tersebut.
Selain itu, pengembangan e-learning yaitu belajar melalui komputer dinilai sangat efisien sekali. "Jadi masing-masing daerah bisa mengembangkan SDM-nya masing-masing. Orang yang berada di daerah mempunyai kesempatan yang sama dengan orang di Jakarta," pungkasnya. (ade)