Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Langkah Penghematan Energi Diumumkan Presiden

Susi Fatimah , Jurnalis-Rabu, 09 Mei 2012 |16:54 WIB
5 Langkah Penghematan Energi Diumumkan Presiden
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri ESDM Jero Wacik berharap pelaksanaan program penghematan pemerintah tidak molor lagi. Dia berharap pelaksanaan lima langkah plus dua program tersebut tetap terealisasi 1 Juni 2012.

"Iya enggak dong (mundur lagi). Janganlah. Saya berharap bisa mulai berlaku sehingga kita bisa menghemat. Tujuannya kan jelas, menghemat penggunaan BBM karena tidak boleh naik BBM. Karena kalau itu tidak dilakukan, ekonomi kita terganggu karena APBN-nya terganggu," kata Jero di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan menyampaikan pidato soal penghematan tersebut pada 23 Mei mendatang. Tapi kenapa harus presiden yang menyampaikan.

"Begini maksudnya, bahwa ini adalah keputusan pemerintah yang tertinggi. Maksudnya, jangan ada menteri yang lain disuruh matikan lampu. 'Wah ini aturannya Pak wacik'. Enggak, ini peraturan negara. Jadi harus dilakukan. Matikan lampu," ungkap dia.

"Presiden memberikan pidato untuk menjalankan semua paket kebijakan. Tidak hanya kebijakan menteri ESDM, (juga) paket kebijakan pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi. Semua, agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. maka di bawah ada kepmen-kepmen. Kepmen ESDM dan lainnya," tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengajukan lima langkah pengematan untuk menjaga keuangan negara akibat melonjaknya pemakaian BBM bersubsidi. Pertama, keputusan tentang pelarangan kendaraan dinas pemerintah mengonsumsi BBM subsidi. Presiden, kata Jero Wacik sudah menyetujui Kepmen ESDM untuk pelarangan ini.

Kedua, kendaraan untuk pertambangan dan perkebunan juga ditetapkan permen. Aturan ini akan tegas melarang kendaraan di tambang tidak boleh menggunakan solar yang bersubsidi. Ketiga, yang sudah termuat dalam undang-undang adalah konversi dan diversifikasi dari BBM ke BBG akan dijalankan.

Keempat, PLN dilarang lagi menggunakan pembangkit-pembangkit baru berbasiskan BBM. Kelima, penghematan listrik akan dilakukan di gedung-gedung pemerintah.

"Lalu dua program plusnya adalah pengawasan yang ketat dari kebocoran dan dari penyelundupan. Di situ BPH Migas akan bersama-sama dengan pemda mengawasi, termasuk pertambangan perkebunan, truk-truk besar. Masak truk-truk besar antre di pom bensin untuk solar bersubsidi," jelas dia.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement