Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Automotif RI Mulai Dilirik Eropa

Rohmat , Jurnalis-Senin, 14 Mei 2012 |15:11 WIB
 Industri Automotif RI Mulai Dilirik Eropa
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
A
A
A

DENPASAR - Negara-negara Uni Eropa menyatakan ketertarikannya menanamkan investasi bidang industri automotif Indonesia. Kerjasama ini akan dilakukan melalui peningkatan kerjasama perdagangan dan bisnis dengan pelaku usaha Tanah Air.

Menurut Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahajana, keinginan para pelaku bisnis Uni Eropa tersebut semakin menguat dalam forum Dialog Bisnis Uni Eropa-Indonesia atau Eropa Union-Indonesia Business Dialogue (EIBD) yang berlangsung selama dua hari di Kuta, Bali.

Dia menjelaskan, pertemuan sekarang menjadi ajang untuk menyosialisasikan adanya keinginan Indonesia dan Uni Eropa tentang kemungkinan kerjasama ekonomi dan perdagangan di antara mereka. "Pertemuan ini diharapkan bisa mengeluarkan rekomendasi kerjasama yang akan disampaikan kepada pemerintah dan dunia usaha," katanya di Kuta, Bali, Senin (14/5/2012).

Menurutnya, investasi Uni Eropa di Indonesia masih tergolong kecil, sebab belum dipandang sebagai pasar signifikan dibanding pasar China yang telah dirintis sejak 2000.

"Karena tidak dipandang sebagai pasar potensial oleh Uni Eropa sehingga yang masuk adalah Jepang. Itu sejarhanya sehingga investasi Jepang bidang automotif di Indonesia sangat besar," imbuhnya.

Kini, adanya keinginan Eropa mendekati pasar Indonesia, dengan meningkatkan perdagangan dan bisnis merupkan hal positif dan maju. "Ya baik lah biar masyarakat punya banyak pilihan merk mobil. Namun harus ada upaya yang dilakukan dengan investasi yang cukup," katanya menambahkan.

Di kesempatan yang sama, Ketua I Gaikindo Jongki Sugiarto yang hadir dalam pertemuan mengatakan, dibanding dengan Jepang, Investasi Uni Eropa di Indonesia masih jauh tertinggal.

Memang, Indonesia telah memiliki perjanjian kerjasama dengan Jepang untuk industri automotif. Sedangkan dengan Uni Eropa belum ada perjanjian kerjasama tersebut. "Ya sebenarnya, kondisi ini sedikit merugikan kita, untuk itu kita di sini akan mengusulkan kepada pemerintah untuk mengundang investasi industri automotif Eropa di Indonesia," katanya.

Dari data di Kementerian Perindustrian RI, diketahui, pada 2010 dan 2011, nilai investasi industri automotif Uni Eropa di Indonesia mencapai USD300. Sementara arus perdagangan barang dua arah mencapai USD26,8 miliar di 2010 dan meningkat sebesar 22,2 persen atau menjadi USD32,75 miliar pada 2011.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement